psikologi warna untuk branding produk

Pentingnya Psikologi Warna Dalam Branding Produk yang Wajib Anda Ketahui

definisi

Dalam proses branding, ada yang dinamakan dengan psikologi warna. Sebenarnya, apa sih pentingnya psikologi warna dalam proses branding produk?

Psikologi warna merupakan suatu studi yang mempelajari tentang bagaimana warna dapat memengaruhi pandang serta perilaku seseorang. Perlu Anda ketahui, ternyata psikologi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan ketika melakukan branding produk.

Secara sederhana ketika Anda akan membeli suatu produk, hal pertama yang Anda perhatikan sudah pasti kemasannya. Menarik tidaknya suatu kemasan produk bisa dilihat dari desain serta penggunaan warnanya.

Apabila warna kemasan tidak menarik dan tidak menggambarkan isi produk, tentu Anda akan ragu untuk membeli. Dengan menggunakan warna yang tepat untuk branding produk, maka konsumen akan tertarik dan lebih mudah mengingat produk Anda.

Sebagai seorang pengusaha, tentu Anda tidak boleh melewatkan pengetahuan tentang psikologi warna, dan harus mempelajarinya mulai dari sekarang.

alasan

4 Alasan Kenapa Psikologi Warna Sangat Penting untuk Branding Suatu Produk

Tahukah Anda, selain menggambarkan tentang produk psikologi warna juga bisa menunjukkan identitas dari suatu perusahaan. Salah satu ciri – ciri dari perusahaan yang berhasil ialah dikenal oleh berbagai kalangan.

Supaya produk dan perusahaan Anda cepat dikenal oleh berbagai kalangan masyarakat, maka Anda harus menerapkan penggunaan psikologi warna. Berikut ini merupakan 4 alasan kenapa psikologi warna sangat penting untuk branding produk.

Menunjukkan visual produk

Tampilan visual merupakan hal yang sangat penting untuk mengenalkan suatu produk kepada masyarakat luas. Untuk menunjukkan visual yang menarik, Anda harus menggunakan warna – warna yang sesuai dan menarik minat customer.

Untuk mengetahui warna apa yang harus digunakan maka Anda wajib mempelajari tentang psikologi warna.

Menggambarkan identitas brand dan perusahaan

Ketika Anda ditanya seperti apa logo dari perusahaan besar seperti facebook apa yang akan Anda ingat? Tentu logonya yang berwarna biru.

Dari sini terlihat jelas bahwa penggunaan warna yang tepat bisa membuat masyarakat lebih mudah mengingat identitas brand serta perusahaan Anda.

Sebagai pembeda dengan produk pesaing

Berikutnya dengan mempelajari tentang psikologi warna, Anda bisa menentukan warna untuk produk Anda supaya berbeda dengan produk pesaing.

Karena menggunakan warna yang sama untuk branding dengan produk pesaing bisa memberikan berbagai risiko yang tidak diinginkan.

Memudahkan dalam pengenalan produk

Di masa modern seperti sekarang ini, banyak sekali produk yang dipasarkan dengan menggunakan sosial media. Dari banyaknya produk tersebut tentu memiliki warna tersendiri yang bisa menjadi ciri khas.

Contohnya Axis merupakan salah satu provider yang menggunakan warna ungu sebagai identitas sejak awal. Sekarang jika Anda bertanya kepada seseorang provider yang memiliki identitas warna ungu, kebanyakan akan menjawab Axis.

Konsistensi dalam penggunaan warna ini bisa membuat suatu produk lebih mudah diingat.

Keempat hal diatas merupakan penjelasan mengapa psikologi warna memiliki peranan yang sangat penting dalam branding produk. Jadi sebelum menggunakan suatu warna untuk produk Anda, pastikan Anda sudah yakin dan akan selalu konsisten.

tipsnya

5 Tips Psikologi Warna untuk Branding Produk yang Wajib Anda Ketahui

Untuk mempelajari tentang psikologi warna memang bukan hal yang mudah dan bisa dipelajari dalam waktu sebentar. Anda bisa menggunakan jasa profesional untuk menentukan warna apa yang sebaiknya digunakan dalam branding produk.

Namun tidak ada salahnya bagi Anda yang ingin menentukan sendiri, warna apa yang sebaiknya digunakan untuk produk. Berikut beberapa tips yang bisa Anda gunakan dalam menentukan warna untuk branding produk.

Pilih warna yang menunjukkan identitas produk

Tips pertama yang wajib dilakukan sebelum menentukan warna untuk branding adalah, memilih warna yang menunjukkan identitas produk.

Misalnya, bagi Anda yang menawarkan produk dengan kesan alami dan natural Anda bisa menggunakan warna seperti hijau.

Sesuaikan warna dengan gambar produk

Setelah memilih warna yang sekiranya cocok, Anda harus memastikan apakah antara warna dengan gambar produk benar – benar sesuai.

Karena untuk menghasilkan visual produk yang menarik, menyesuaikan antara warna, gambar produk, dan warna serta font penulisan teks.

Gunakan roda warna

Dengan menggunakan roda warna, Anda bisa lebih mudah dalam menentukan kombinasi warna. Karena tidak mungkin dalam satu produk Anda hanya akan menggunakan satu warna saja.

Warna yang cerah dan terang terdapat di bagian luar roda warna, dan warna lembut atau pastel di bagian dalam.

Ciptakan palet warna

Dalam proses pemilihan warna untuk branding produk, sangat disarankan bagi Anda untuk menggunakan palet warna. Usahakan agar Anda tidak memilih terlalu banyak warna untuk menggambarkan visual produk Anda.

Cukup pilih antara 2 sampai 4 jenis warna.

Konsistensi dalam penggunaan warna

Terakhir, konsistensi dalam penggunaan warna merupakan hal yang sangat penting dalam branding suatu produk. Jika Anda tidak konsisten menggunakan satu warna sebagai identitas produk, maka masyarakat akan kesulitan dalam mengingat brand Anda.

Dengan menggunakan 5 tips psikologi warna diatas, Anda bisa lebih mudah dalam memilih warna apa yang sebaiknya digunakan untuk branding produk.

Dengan memilih warna sendiri Anda juga bisa memilih warna yang menggambarkan diri Anda.

thinking

3 Hal yang Wajib Dipertimbangkan Sebelum Memilih Warna untuk Logo Produk

Selain mengetahui tentang pentingnya psikologi warna, serta tips memilih warna untuk branding produk, pertimbangan pemilihan warna produk juga sangat penting.

Jadi sebelum memilih warna untuk logo produk, Anda wajib mempertimbangkan dengan benar – benar matang. Berikut 3 hal yang wajib Anda pertimbangkan sebelum memilih warna untuk logo produk.

Perhatikan pangsa pasar

Sebelum memilih warna yang akan digunakan pada logo serta visual produk, Anda harus memperhatikan pangsa pasar Anda terlebih dahulu.

Bagi Anda yang memiliki calon konsumen anak – anak, maka Anda harus menggunakan warna – warna yang terang dan cerah.

Sedangkan untuk kalangan remaja dan dewasa, Anda bisa menggunakan warna yang lebih soft dan tidak terlalu mencolok. Selain menyesuaikan dengan usia, Anda juga harus memperhatikan pada kalangan ekonomi mana produk Anda ditujukan.

Jangan takut untuk menggunakan warna yang mencolok

Dalam menentukan warna logo, Anda tidak perlu ragu untuk menggunakan warna – warna yang sekiranya mencolok. Perlu Anda ketahui, salah satu tujuan utama dari diciptakannya logo adalah untuk menarik perhatian calon konsumen.

Dengan menggunakan warna yang mencolok, maka konsumen bisa lebih mudah dalam menemukan dan memperhatikan logo produk Anda.

Namun pastikan, bahwa penggunaan warna yang mencolok tersebut tetap sesuai dengan konsep dan menggambarkan produk Anda.

Gunakan paduan warna yang menarik

Dalam satu roda warna Anda bisa menemukan berbagai macam warna, yang bisa Anda jadikan pilihan sebagai warna logo produk Anda. Namun dari banyaknya warna tersebut, sangat disarankan bagi Anda untuk hanya menggunakan 2 jenis warna.

Karena dengan menggunakan terlalu banyak warna, justru bisa membuat logo Anda tidak menarik. Penggunaan warna yang terlalu banyak juga bisa membuat logo terlihat tidak memiliki identitas yang bisa menggambarkan identitas produk.

Dengan menggunakan pertimbangan 3 hal di atas sebelum memilih warna untuk logo produk, Anda bisa mendapatkan logo terbaik dan sesuai dengan produk Anda.

Anda juga bisa bekerja sama dengan menggunakan jasa desain untuk mendapatkan logo produk yang  menarik.

3 Warna yang Paling Banyak Digunakan untuk Branding Produk Serta Makna Psikologisnya

Dari banyaknya warna yang bisa dijadikan pilihan untuk branding produk, ada warna tertentu yang paling banyak digunakan. Setiap perusahaan memiliki alasan masing – masing, kenapa mereka menggunakan warna tersebut untuk memasarkan produknya.

Pastinya berbagai perusahaan tersebut sudah merasa yakin bahwa warna yang digunakan tersebut benar – benar menggambarkan identitas produk mereka. Berikut 5 warna yang paling banyak digunakan untuk branding produk serta makna psikologisnya.

blueee

Biru

Warna yang menempati urutan pertama dan paling banyak digunakan untuk branding produk adalah biru. Banyak sekali perusahaan baik dalam maupun luar negeri yang menjadikan warna biru sebagai identitas produk mereka.

Contoh perusahaan di Indonesia yang menggunakan warna biru untuk branding produk mereka adalah Aqua, Ikea, Traveloka, dan masih banyak lagi. Beberapa perusahaan luar negeri yang menggunakan warna biru untuk branding produk diantaranya Unilever, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya.

yellowwww

Kuning

Berikutnya kuning merupakan warna yang paling banyak digunakan untuk branding produk oleh berbagai perusahaan. Warna kuning diketahui bisa membangkitkan rasa optimisme serta kehangatan. Kuning sendiri juga termasuk warna yang terang dan menonjol sehingga mudah menarik perhatian.

Beberapa perusahaan besar yang menggunakan warna kuning untuk branding produk diantaranya Nikon, Ferrari, McDonald, Snapchat, Sidomuncul, dan lain sebagainya.

reddd

Merah

Warna merah juga menjadi salah satu warna yang paling banyak digunakan perusahaan untuk melakukan branding produk. Anda bisa menemukan berbagai jenis perusahaan mulai dari siap saji hingga operator jaringan, yang menggunakan warna merah sebagai identitas produk.

Contoh perusahaan yang menggunakan warna merah untuk branding produk diantaranya, KFC, Telkomsel, Walls, Honda, Coca Cola, dan masih banyak lagi. Warna merah seringkali digunakan sebagai simbol promosi atau diskon. Merah juga termasuk warna yang menonjol sehingga mudah menarik perhatian.

Nah ketiga warna diatas merupakan beberapa jenis warna yang paling banyak digunakan oleh berbagai perusahaan untuk branding produk. Warna diatas tentu memiliki keunggulan dan makna masing – masing.

Apa Saja Pengaruh Psikologi Warna Terhadap Psikologi Manusia?

Seperti yang sudah dijelaskan, psikologi warna mempelajari tentang bagaimana warna memengaruhi psikologi manusia. Perlu Anda ketahui, berbagai warna yang Anda lihat bisa memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap diri Anda.

Setelah melihat warna – warna tertentu, maka akan timbul suatu efek pada emosional dan mental seseorang. Berikut ini merupakan beberapa pengaruh psikologi warna terhadap psikologi manusia yang wajib Anda ketahui.

Menciptakan semangat terhadap sesuatu

Tahukah Anda, dengan melihat suatu warna bisa menciptakan semangat atau gairah Anda terhadap suatu hal. Warna yang bisa meningkatkan semangat umumnya adalah warna yang cerah serta cukup terang, contohnya warna merah dan hijau muda.

Menciptakan ketenangan

Berikutnya psikologi warna juga memberitahukan, dengan melihat warna tertentu Anda bisa merasakan ketenangan dalam diri. Salah satu contoh warna yang bisa menciptakan ketenangan adalah warna biru.

Dengan menggunakan warna biru untuk suatu bangunan, maka orang yang berada disekitarnya bisa merasa tenang dan lebih berkonsentrasi. Warna biru juga terdiri dari berbagai jenis, dan Anda bisa memilih salah satu diantaranya.

Membangkitkan mood dan energi

Ada juga beberapa jenis warna yang bisa membangkitkan mood serta energi orang yang sedang melihatnya. Contoh warna yang bisa membangkitkan mood diantaranya kuning, oranye, merah muda, dan masih banyak lagi.

Membantu komunikasi non verbal

Selain memengaruhi psikologi dan perasaan seseorang, warna juga bisa digunakan sebagai media komunikasi secara non verbal. Berikut ini merupakan beberapa jenis warna serta kegunaannya dalam komunikasi non verbal.

  • Merah : Menunjukkan kesan berani dan agresif
  • Hijau : Memberikan kesan segar dan damai
  • Biru : Memberikan kesan ketenangan dan harapan
  • Kuning : Menggambarkan percaya diri
  • Hitam : Memberikan kesan netral
  • Putih : Memberikan kesan suci dan sakral

Keempat hal diatas merupakan beberapa psikologi warna yang memiliki pengaruh terhadap psikologi manusia. Sekarang Anda tidak perlu ragu lagi, bahwa penggunaan warna sangat berpengaruh juga terhadap penggambaran visual suatu produk.

failure

3 Kerugian yang Disebabkan oleh Kesalahan Pemilihan Warna untuk Branding Produk

Seperti yang kita tahu, pemilihan warna untuk branding produk harus dilakukan secara teliti dan selektif sejak awal. Karena penggunaan warna bisa menjadi identitas untuk produk sekaligus perusahaan yang memproduksi.

Sehingga mengetahui tentang psikologi warna menjadi hal yang sangat penting. Berikut ini merupakan 3 kerugian yang disebabkan oleh kesalahan pemilihan warna untuk branding produk.

Mengganggu pandangan

Seperti yang sudah disampaikan, ketika memilih warna branding suatu produk Anda sangat disarankan untuk menggunakan roda warna. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penggunaan warna yang tidak cocok dan bisa mengganggu pandangan.

Contoh komposisi warna terburuk yang bisa mengganggu pandangan adalah hijau, kuning, dan magenta. Jangan sampai Anda salah dalam memilih warna dan membuat calon konsumen malas untuk melihat produk Anda.

Tidak sesuai dengan pangsa pasar

Bagi Anda yang memilki pangsa pasar para lansia, maka Anda harus memilih warna yang benar – benar tajam. Jangan sampai Anda menggunakan warna yang soft dan tidak menonjol. Karena para lansia akan kesulitan untuk memperhatikannya.

Bagi Anda yang menawarkan produk untuk orang tua berusia lanjut, Anda wajib menggunakan warna yang tajam pada produk Anda.

Visual tidak menarik

Visual suatu produk bisa jadi tidak menarik jika warna yang digunakan hanya satu jenis. Selain tidak menarik, penggunaan satu macam warna juga tidak bisa membantu orang yang memiliki keterbatasan dalam penglihatan untuk mengetahui tentang produk.

Untuk mencegah terjadinya ketiga hal diatas, maka Anda harus benar – benar teliti dalam memilih warna yang akan digunakan untuk branding produk. Untuk hasil yang lebih baik, Anda bisa menggunakan jasa desain dan sejenisnya yang memiliki banyak pengetahuan tentang psikologi warna.

Sekarang sudah sangat jelas bukan, psikologi warna merupakan hal yang sangat penting dalam segala bidang bisnis. Akan sangat rugi jika Anda tidak mempelajari sama sekali berbagai seluk – beluk tentang penggunaan warna dalam bisnis dan branding produk.

Semoga pembahasan tentang psikologi warna kali ini bermanfaat bagi Anda yang sedang menjalankan atau mengembangkan bisnis. Jadi jangan tunda waktu lagi, dan tentukan warna branding produk Anda mulai dari sekarang.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published.