Tak Mau Bisnis Merugi? Terapkan Manajemen Risiko dengan Tepat Agar Untung Berlipat-Lipat

Terapkan Manajemen Risiko dengan Tepat Agar Untung Berlipat-Lipat

Banyak aspek yang perlu Anda siapkan sebelum membangun usaha atau bisnis, salah satunya adalah manajemen risiko. Mengapa demikian?

Manajemen risiko adalah satu hal yang wajib Anda terapkan dalam membangun usaha. Tindakan ini sangat penting agar setiap pelaku usaha mengetahui dimana saja letak kesalahan – kesalahan agar tidak menimbulkan masalah besar.

Badan usaha yang tidak tahu cara memanajemen risiko dengan baik, maka bisnisnya akan mengalami kolaps atau penurunan performa tanpa tahu apa sebabnya.

Maka dari itu, sebelum mendirikan usaha, tetapkan juga manajemen risiko dengan cermat sebagai langkah antisipasi kalau terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

manajemen risiko

Pengertian Manajemen Risiko

Manajemen atau pengelolaan risiko adalah segala upaya atau proses yang perlu dilakukan untuk mencegah atau meminimalkan terjadinya risiko bagi suatu badan usaha.

Bentuk kegiatan yang terkandung dalam upaya manajemen risiko ini meliputi proses identifikasi, pembuatan rencana, penyusunan strategi, pelaksanaan tindakan, pengawasan, sampai dengan evaluasi.

Rangkaian-rangkaian proses tersebut dilakukan segala jenis aspek yang memiliki potensi negatif terhadap keberlangsungan bisnis atau usaha.

Singkatnya, kegiatan manajemen risiko adalah upaya pencegahan agar bisnis Anda tidak mengalami suatu masalah. Misalnya, kerugian besar, kolaps, bangkrut, sepi pelanggan atau klien, dan lain sebagainya.

Sebagai pelaku bisnis, Anda tentu tidak mau kan jika bencana – bencana tersebut menimpa usaha Anda. Maka dari itu, setiap pelaku usaha perlu betul-betul memahami pentingnya manajemen risiko sebagai tameng pelindung dari beragam jenis kerugian.

2

Pengertian Manajemen Risiko Menurut Pendapat Ahli

Sebelum masuk ke penerapan pengelolaan risiko yang tepat, tak ada salahnya untuk memahami dulu tafsiran – tafsiran manajemen risiko dari beberapa pakar secara redaksional. Berikut adalah beberapa ulasannya.

Menurut Fahmi (2010)

Secara garis besar, pengertian manajemen risiko menurut pendapat Fahmi adalah ilmu yang membahas tentang tindakan – tindakan yang dapat mengatasi masalah dengan basis pengelolaan yang sistematis dan komprehensif (menyeluruh).

Menurut Tampubolon (2004)

Secara umum, pengertian manajemen risiko menurut pendapat Tampubolon yakni suatu proses yang dilakukan untuk mengantisipasi segala potensi dan kemungkinan buruk yang terjadi dalam setiap transaksi bisnis.

Menurut Djojosoedarso (2003)

Djojo Soedarso sendiri memiliki pandangan lain dalam mengartikan apa itu manajemen risiko. Menurutnya, pengertian pengelolaan risiko adalah dengan memetakan masalah yang terjadi serta solusi tepatnya.

Penerapan fungsi dari manajemen ini dapat diaplikasikan baik dalam organisasi kecil seperti keluarga sampai dengan organisasi besar seperti perusahaan dan lingkungan masyarakat.

Menurut Bramantyo (2008)

Sedangkan pengertian manajemen risiko menurut pendapat Bramantyo adalah kegiatan pengelolaan yang meliputi identifikasi, pengukuran, pemetaan, hingga kegiatan penanganan risiko secara sistematis dan terstruktur.

Menurut Darmawi (2008)

Secara garis besar, pengertian manajemen risiko menurut pendapat Darmawi yakni suatu upaya untuk mengetahui, menganalisis, dan mengendalikan risiko agar tercapai sebuah efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi.

Menurut Siagian dan Sekarsari (2001)

Siagian dan Sekarsari juga turut memberikan pendapat unik tentang pengertian manajemen risiko.

Keduanya menyampaikan bahwa pengelolaan risiko itu perlakuannya sangat luas dan tidak hanya terfokus dalam mengandalkan asuransi saja. Melainkan setiap organisasi perlu mengelola seluruh risiko – risiko agar tidak menimpa dan merugikan suatu bisnis.

Menurut Smith (1990)

Menurut pendapat Smith tentang pengelolaan risiko, dirinya menerangkan bahwa manajemen ini terdiri dari proses identifikasi, pengukuran, serta pengendalian finansial dari suatu risiko (ancaman) yang membahayakan aset dan kekayaan perusahaan yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan tersebut.

Setelah mengetahui beberapa pendapat para ahli di atas, dapat diambilkan kesimpulan bahwa manajemen risiko merupakan suatu proses yang sistematis dan terstruktur dalam menangani segala kemungkinan – kemungkinan risiko yang dapat menimpa suatu organisasi secara menyeluruh.

3

Tujuan Manajemen Risiko dalam Bisnis

Pelaksanaan pengelolaan risiko tentu didasarkan pada suatu tujuan – tujuan tertentu. Umumnya, tujuan – tujuan tersebut dapat berpotensi menghancurkan perusahaan jika tidak segera diraih.

Adapun tujuan dari perlunya manajemen risiko bagi bisnis antara lain :

  • Membantu penyusunan kerangka kerja, kerangka ini berisikan solusi – solusi atas masalah potensial dari suatu bisnis atau perusahaan.
  • Sebagai peringatan kewaspadaan terhadap kemungkinan buruk yang dapat menimpa bisnis Anda. Sehingga pengelolaan risiko ini dapat menjadi alasan untuk tetap hati – hati dan waspada. Tanpa adanya kewaspadaan, maka karyawan akan cenderung bekerja tanpa memikirkan risiko yang ada sehingga efeknya juga akan dapat merugikan perusahaan.
  • Untuk meningkatkan kinerja bisnis
  • Untuk membantu mensosialisasikan pemahaman manajemen risiko
  • Mendorong pihak manajemen agar lebih proaktif dalam mengurangi potensi risiko
4

Jenis – Jenis Manajemen Risiko

Setelah Anda memahami tentang pengertian pengelolaan risiko, ada pula pembagian aspek manajemen risiko yang terbagi ke dalam jenis – jenis seperti berikut ini.

Manajemen Risiko Operasional

Pengelolaan risiko ini lebih difokuskan pada permasalahan – permasalahan usaha yang timbul karena faktor internal.

Contoh permasalah yang muncul dari internal organisasi tersebut adalah kinerja pegawai rendah, sumber daya manusia kurang berkualitas, performa kerja karyawan menurun, modal tidak sehat, terjadinya bencana, dan faktor – faktor internal lainnya.

Sehingga dapat dikatakan bahwa cakupan dari manajemen risiko operasional ini datang dari faktor sistem, manusia, proses kerja, sampai dengan faktor eksternal yang muncul dengan sendirinya misalnya bencana alam.

Untuk melakukan kegiatan pengelolaan risiko operasional, maka fokuslah pada aspek – aspek yang telah disebutkan sebelumnya.

Manajemen Risiko Hazard

Kegiatan pengelolaan risiko hazard umumnya difokuskan pada masalah potensial yang memiliki risiko membuat perusahaan jadi gulung tikar. Dalam pengelolaan risiko jenis ini, biasanya masalah – masalah yang akan dihadapi sudah berada dalam skala besar dan berbahaya.

Terdapat 3 unsur yang paling jadi prioritas dalam kegiatan manajemen ini yaitu perkara hukum, penurunan moral, dan bahaya fisik.

Ketiga hal tersebut merupakan jenis masalah yang sering membuat kondisi perusahaan jadi kacau dan kritis sehingga perlu diantisipasi agar tidak muncul masalah potensial yang lebih besar.

Manajemen Risiko Strategis

Untuk jenis pengelolaan risiko ini lebih diperuntukkan untuk kepentingan pengambilan keputusan. Biasanya, risiko – risiko yang muncul disini sifatnya sangat tak terduga dan mampu mengganggu langkah strategis perusahaan yang sudah direncanakan.

Contoh risiko tersebut umumnya datang dari faktor operasi, asset impairment, franchise, kompetitif, dan lain sebagainya. Adapun beberapa tindakan yang perlu pelaku usaha atau pemilik organisasi lakukan dalam manajemen risiko strategis ini antara lain :

  • Membuat daftar risiko
  • Membuat penilaian tentang kondisi saat ini atau yang sedang terjadi
  • Membuat penilaian risiko terkait sesuai dengan dampak dan juga kecenderungannya
  • Menyusun rencana tindak lanjut jika semisal risiko terburuknya benar – benar muncul

Manajemen Risiko Finansial

Sama seperti namanya, pengelolaan risiko kali ini akan mengurus masalah perusahaan atau organisasi yang berhubungan dengan keuangan.

Tindak pengidentifikasian sampai dengan penanganan risikonya lebih diarahkan kepada modal, dana, laba, dan aspek finansial lainnya.

Singkatnya, upaya tersebut lebih memfokuskan pada bagaimana cara mengelola aspek keuangan tersebut agar tidak membuat perusahaan kolaps atau gulung tikar.

Perusahaan umumnya akan memberikan semacam perlindungan terhadap segala asetnya agar keuangannya tetap sehat dan bisa dipakai untuk mengakomodasi kepentingan perusahaan lainnya.

Komponen – Komponen dalam Manajemen Risiko

Dalam dunia bisnis, ada beberapa aspek manajemen yang perlu dikelola demi menunjang keberlangsungan usaha, salah satunya adalah manajemen risiko.

Aspek pengelolaan ini mengandung komponen pembeda yang tidak dimiliki dalam aspek manajemen yang lain. Komponen – komponen inilah yang nantinya akan menentukan nasib organisasi atau perusahaan kedepannya.

Adapun komponen yang dimaksud disini antara lain :

5

Lingkungan Internal (Internal Environment)

Lingkungan internal di dalam manajemen risiko ini berhubungan dengan segala bentuk risiko yang datang dari internal perusahaan. Contohnya adalah etika bekerja, kedisiplinan pekerja, tingkat kesejahteraan karyawan, kompetensi pegawai, dan lain sebagainya.

Kesemua aspek tersebut perlu dilakukan deteksi manajemen agar tidak muncul potensi risiko yang menyebabkan timbulnya masalah baru.

6

Penentuan Sasaran (Objective Setting)

Dalam hal ini, perusahaan perlu menentukan tujuan operasional sebagai acuan untuk mendeteksi dan menangani semua risiko yang mungkin akan terjadi. Ada dua target sasaran yang perlu ditentukan yakni :

  • Strategic objective, mengarah pada upaya merealisasikan visi dan misi perusahaan
  • Activity objective, mengarah pada kegiatan operasional perusahaan, pelaporan, dan kepatuhan

Identifikasi Peristiwa (Event Identification)

Pengelolaan ini dilakukan dengan melakukan identifikasi berbagai peristiwa potensial yang dapat mempengaruhi keberlangsungan, strategi dan tujuan perusahaan.

Komponen ini seharusnya sudah bisa ditentukan sebelum Anda menjalankan suatu usaha.

Dengan kata lain, tidak ada yang namanya manajemen risiko jika perusahaan tersebut tidak mempunyai data hasil identifikasi peristiwa atau data kemungkinan risiko yang dapat menimpa perusahaan Anda.

7

Penilaian Risiko (Risk Assessment)

Komponen ini dapat memungkin perusahaan untuk menilai suatu peristiwa dan kaitannya dengan usaha pencapaian tujuan perusahaan. Dalam hal ini, perlu dilakukan analisis tentang kemungkinan pengaruh risiko melalui perspektif kecenderungan (likelihood) dan dampak (impact).

Tanggapan Risiko (Risk Response)

Setelah melakukan penilaian risiko, pihak perusahaan atau organisasi juga perlu menentukan respon terhadap risiko tersebut. Tanggapan tersebut bisa beragam tergantung jenis risikonya. Tanggapan yang bisa Anda lakukan saat menghadapi suatu risiko tertentu antara lain :

  • Avoidance atau menghindari risiko
  • Reduction atau mengurangi risiko
  • Sharing atau memindahkan risiko
  • Acceptance atau menerima risiko

Aktivitas Pengendalian (Control Activities)

Komponen manajemen risiko bagian kali ini adalah mempersiapkan prosedur atau kebijakan untuk memastikan bahwa tanggapan terhadap risiko tadi dapat sudah memadai dan bisa dilaksanakan dengan baik.

Adapun aktivitas pengendalian risiko tersebut terdiri dari :

  • Penyusunan prosedur dan kebijakan
  • Pelimpahan wewenang
  • Mengamankan aset atau kekayaan perusahaan
  • Pemisahan fungsi
  • Supervisi atau pengawasan

Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)

Komponen manajemen risiko ini terfokus pada kegiatan identifikasi informasi dan mengkomunikasikannya kepada pihak – pihak terkait menggunakan media komunikasi yang tepat. Lebih mudahnya, langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :

  • Informasi yang relevan dengan perusahaan atau organisasi diidentifikasi
  • Setelah diidentifikasi, maka informasi tersebut sudah bisa Anda peroleh
  • Selanjutnya, informasi tersebut disampaikan dalam bentuk yang tepat

Dengan cara tersebut, setiap pihak yang mendapatkan informasi tersebut bisa melaksanakan tugas dan pekerjaannya dengan baik dan benar.

Adapun beberapa aspek penting dalam hal mengkomunikasikan informasi antara lain :

  • Kualitas informasi
  • Alat komunikasi
  • Arah komunikasi

Pemantauan (Monitoring)

Pemantauan merupakan komponen terakhir dalam manajemen risiko. Proses ini perlu dilakukan secara kontinu demi memastikan bahwa semua komponen lainnya dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Hal penting yang perlu Anda perhatikan dalam proses pemantauan ini adalah pelaporan yang tidak komplit atau pelaporan yang berlebihan.

Langkah – Langkah Manajemen Risiko

Proses yang dapat dijalankan dalam menangani suatu risiko biasanya sangat bergantung pada konsep dasar yang dianut. Untuk bisa menghindari risiko dan merealisasikan perencanaan dengan baik, langkah – langkah yang perlu ditempuh antara lain :

Mengidentifikasi Risiko Perusahaan

Langkah pertama, Anda dapat melakukan identifikasi risiko yang timbul dari segi pemasaran, finansial, produksi, operasional, dan lain sebagainya.

Tindakan ini tentu dapat membawa manfaat dalam mengenali kemungkinan adanya risiko yang sedang terjadi saat ini maupun risiko yang akan terjadi di masa depan. Proses identifikasi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti :

Menggunakan kuesioner analisis risiko

Pihak manajemen harus bisa memastikan bahwa informasi yang dibutuhkan masih berhubungan dengan operasi dan harta perusahaan.

Metode laporan keuangan

Anda dapat menganalisis laporan keuangan seperti neraca, laporan laba dan rugi, dan bentuk-bentuk laporan keuangan lainnya.

Pihak manajemen dapat mengidentifikasi segala jenis risiko yang berhubungan dengan masalah harta, hutang, dan personalia perusahaan.

Metode peta aliran

Metode peta aliran ini berisikan tentang seluruh rangkaian operasi bisnis mulai dari proses input maupun output.

Metode inspeksi langsung di tempat

Cara identifikasi risiko ini dilakukan dengan melakukan pemeriksaan secara langsung di tempat dimana segala aktivitas perusahaan tersebut dilakukan.

Mengadakan interaksi dengan pihak lain

Cara selanjutnya adalah dengan melakukan interaksi pihak luar yang dapat membantu perusahaan dalam upaya penanggulangan risiko.

Contoh pihak-pihak tersebut antara lain akuntan, penasehat hukum, konsultan manajemen, dan pihak penting lainnya.

Melihat catatan statistik kerugian di masa lalu

Catatan statistik tersebut dapat bertindak sebagai bahan evaluasi kinerja perusahaan. Anda dapat memantau masalah yang berpotensi menimbulkan kerugian dari catatan tersebut, lalu disempurnakan.

Aspek yang bisa Anda sempurnakan tersebut seperti kualitas pelayanan, kualitas produk, kualitas produksi, dan lain sebagainya.

Analisis lingkungan

Langkah ini juga perlu Anda lakukan untuk memahami suatu kondisi yang dapat mempengaruhi munculnya berbagai risiko seperti kompetitor, konsumen, supplier, dan lain – lain.

Mengukur Risiko

Setelah selesai melakukan identifikasi risiko, langkah manajemen risiko selanjutnya adalah mengukur risiko tersebut. Langkah yang dapat Anda lakukan adalah dengan membuat urutan dan analisis risiko berdasarkan dampak terburuknya.

Dalam proses ini, sangat disarankan untuk meninjau jenis risiko yang paling besar dampaknya dan paling sering kejadiannya.

Mengendalikan Risiko

Langkah manajemen risiko berikutnya adalah melakukan pengendalian. Proses yang akan Anda jalani adalah menyusun kebijakan yang dapat memastikan bahwa tanggapan terhadap respon yang Anda pilih dapat terlaksana dengan baik.

Cara mengendalikan risiko tersebut adalah dengan melimpahkan wewenang, mengamankan kekayaan perusahaan, supervisi, pemisahan fungsi, dan lain – lain.

Memantau dan Meninjau Ulang

Langkah manajemen risiko yang terakhir adalah melakukan pemantauan demi memastikan bahwa setiap langkah yang dikerjakan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Setiap perusahaan, organisasi maupun bisnis memerlukan sebuah manajemen risiko yang baik untuk mengendalikan dan menjaga keberlangsungan usaha tersebut agar terhindar dari potensi kerugian.

Kini, apakah Anda sudah bisa memahami pentingnya manajemen risiko untuk setiap bisnis?

Related Articles

Responses

Your email address will not be published.