apa itu feedback

Apa Itu Feedback? Definisi, Jenis, Fungsi dan Cara Memberikan Balasannya

Penjelasan apa itu feedback, bagaimana Anda harus memberikan umpan balik secara baik dan efektif. Ketahui informasi selengkapnya!

Apa itu feedback? Feedback atau umpan balik adalah tanggapan yang disampaikan oleh komunikan dari komunikator. Pada umumnya feedback berupa opini atau masukan mengenai sesuatu hal yang telah diberikan oleh komunikator.

Opini yang disampaikan diantaranya terkait produk, hasil, atau hal lainnya.

Feedback dinilai sangat penting karena mempengaruhi pekerjaan yang Anda kerjakan sebelumnya. Apakah membuahkan hasil atau malah tidak sama sekali. Namun, fungsinya berbeda beda tergantung bidang yang dijalankan.

apa itu feedback

Feedback Berdasarkan Jenisnya

Feedback yang Anda ketahui ternyata memiliki jenis yang berbeda-beda. Ada banyak nilai ketika feedback digunakan dengan benar. Hal ini membantu Anda untuk lebih berkembang, beradaptasi dan akan menciptakan sesuatu yang lebih baik.

Dengan mengetahui jenis feedback yang tersedia. Penting bagi Anda untuk membiasakan diri dengan kapan dan harus menggunakan jenis yang mana. Berikut adalah jenis-jenis dari feedback!

Feedback Formal

Feedback formal adalah tanggapan yang dapat ditemukan pada perkantoran atas kinerja karyawan secara jelas dan teratur. Feedback formal ini biasanya direncanakan sebelumnya.

Pada situasi ini atasan dan karyawan berusaha untuk mendiskusikan masalah seperti apakah berjalan dengan baik, bagaimana pekerjaan yang dilakukan selama ini dan apa saja yang harus diperbaiki

Misalnya, setiap akhir tahun manajer mengadakan tinjauan kinerja para karyawan. Tinjauan tersebut mendiskusikan apa saja yang sudah dilakukan sebelumnya dan bagaimana karyawan menghadapi pekerjaannya selama setahun terakhir.

Sekaligus, mendiskusikan rencana satu tahun kedepan.

Feedback Informal

Feedback informal merupakan jenis tanggapan secara langsung tanpa adanya rencana dan bisa terjadi kapan saja. Jenis feedback seperti ini biasanya spontan oleh siapa saja yang membutuhkan feedback.

Feedback informal dapat membantu dan membangun Anda pada lingkungan kerja, bisa berupa tanggapan yang positif maupun negatif.

Misalnya, seorang atasan memuji karyawannya yang telah bekerja dengan baik atas proyek yang telah dilakukannya. Manajer mengomentarinya dengan banyak hal seperti pengerjaan yang efektif, akurasi, hasil dan banyak hal lainnya.

Feedback Berdasarkan Sumber Peer-to-Peer

Apa itu feedback peer-to-peer? Feedback ini bersifat informal biasanya terjadi antar rekan kerja. Misalnya seorang rekan memberikan masukkan atau pengetahuan tentang bagaimana sesuatu dapat dikerjakan secara efektif.

Pada jenis feedback ini biasanya diberi masukkan yang positif karena jika rekan memberikan masukkan yang negatif maka akan terjadi suasana yang tegang. Bayangkan saja jika tidak mendapatkan apa itu feedback dari rekan Anda.

Contohnya, ada seorang karyawan yang baru saja masuk ke tim Anda. Karyawan tersebut merupakan lulusan baru yang belum sangat paham mengenai sistem kerjanya.

Sehingga saat ada waktu luang, Anda memberikan masukkan agar karyawan tersebut bisa bekerja secara efektif.

Feedback Pada Diri Sendiri

Feedback diri sendiri adalah ketika Anda membutuhkan masukkan baru atas apa yang sedang Anda kerjakan. Secara sadar mungkin Anda pernah mengalami keraguan atau kelemahan dan akhirnya mencari cara untuk memperbaiki hal tersebut.

Dalam feedback ini Anda bisa menanyakan pada rekan kerja atau atasan agar tidak kehilangan arah. Dengan begitu, Anda akan menerima pengetahuan atau masukkan baru sehingga melancarkan kinerja Anda dalam bekerja.

Contohnya, Anda kehilangan arah ketika harus mengerjakan proyek yang sedang Anda lakukan. Pengetahuan Anda belum sejauh apa yang harus dikerjakan, sehingga Anda memutuskan untuk mendekati atasan dan memintanya untuk membimbing Anda.

Feedback Positif dan Negatif

Feedback positif adalah tanggapan yang seringkali ingin semua orang dengar. Sangat senang rasanya jika ada seseorang yang memberikan feedback positif seperti apresiasi atau motivasi.

Pengaruh yang akan Anda dapatkan ketika mendapat feedback positif yaitu timbul adanya semangat, merasa dihargai dan membangun loyalitas Anda.

Sedangkan, feedback negatif adalah jenis tanggapan yang mungkin tidak mau siapapun dengar. Ketika menerima tanggapan yang negatif, cenderung orang-orang akan merasa diserang.

Kehilangan motivasi hingga diremehkan. Namun, feedback negatif juga bisa efektif bila disampaikan dengan benar.

Feedback Konstruktif

Apa itu feedback konstruktif? Feedback ini merupakan masukkan yang lebih fokus pada pekerjaannya daripada orang yang mengerjakannya.

Masukkan yang diterima berupa komentar positif dan negatif, tujuannya adalah untuk membantu mengembangkan pekerjaanya lebih baik.

Ketika memberikan feedback konstruktif, masukkan harus memiliki poin yang kuat agar yang mengerjakan paham dengan jelas maksud dan tujuannya untuk agar pekerja lebih banyak berkembang.

Contohnya, Anda telah menyelesaikan sebuah proyek dan terselesaikan dengan baik. Suatu hari atasan Anda ingin bertemu sehingga menjadwalkan pertemuan untuk membahas proyek tersebut.

Atasan Anda memberikan feedback dengan cara mengapresiasi dan menjelaskan poin dimana Anda harus melakukan perbaikan, setelah itu atasan memberikan saran atau cara untuk berhasil.

Feedback Destruktif

Apa itu feedback destruktif? Feedback ini merupakan kebalikan dari feedback konstruktif, yang mana tidak terlalu berguna. Bukannya fokus pada pekerjaan, tapi masukkan yang diberikan akan merusak fokus Anda dan sifat yang terlalu pribadi.

Contohnya, konten yang Anda buat pada media sosial tidak mendapatkan engagement yang baik. Akhirnya atasan tersebut memanggil Anda dengan bilang pengetahuan Anda yang sangat minim.

Sehingga kepribadian Anda dipertanyakan daripada pekerjaannya.

2

Apa Itu Feedback?

Feedback sangat efektif baik itu berupa tanggapan positif maupun negatif. Dengan adanya feedback, Anda akan menemukan jalan keluar dan menemukan keputusan yang tepat bagi urusan Anda.

Perbaikan berkelanjutan merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh siapapun baik untuk perusahaan atau segala urusan lainnya. Dengan adanya perbaikan, segalanya akan lebih mudah dan tentunya lebih berkembang.

Pada umumnya feedback ada di sekitar Anda setiap hari. Baik ketika sedang berbicara, survei, berbisnis, maupun ketika pelatihan. Kenyataannya, dari kegiatan tersebut Anda membutuhkan hasil dari apa yang telah Anda lakukan.

Pertama, feedback akan membuat Anda lebih termotivasi, Anda akan merasa sangat dihargai ketika ada orang yang merespon dan memberikan tanggapan tentang pekerjaan Anda.

Jika tanggapan tersebut berespon positif, maka rasa semangat lebih akan timbul ketika akan mengerjakan pekerjaan selanjutnya.

Kedua, feedback berfungsi sebagai alat pembelajaran berkelanjutan, Anda bisa meluangkan waktu untuk bertanya pengalaman orang lain ketika bekerja dengan organisasi Anda. Feedback merupakan hal yang penting bagi organisasi untuk mengevaluasi pekerjaan.

Ketiga, feedback juga berfungsi untuk meningkatkan kinerja, feedback yang berupa masukkan negatif seringkali disebut sebagai kritik. Namun jika cara penyampaiannya benar dan membangun, maka kinerja Anda juga akan semakin lebih baik dan bisa diperbaiki agar meningkatkan kinerja Anda.

Keempat, feedback sebagai pembelajaran yang mana sangat penting dalam membantu mengadopsi pengetahuan baru lebih cepat, dan tentunya untuk menghindari kesalahan yang berulang.

6 Tips Memberikan Feedback yang Efektif Pada Tim!

Setelah mengetahui apa itu feedback beserta jenis dan fungsinya, ada baiknya Anda untuk mengetahui cara memberikan feedback yang efektif pada tim. Anda bisa menggunakannya saat posisi apapun, baik dari sudut pandang pemimpin atau rekan.

Perlu Anda ketahui, bahwa memberikan feedback merupakan skill. Sama seperti skill lainnya, memberi feedback harus banyak berlatih dan membuatnya benar apalagi jika Anda seorang pemimpin.

Berikut 6 cara yang dapat Anda lakukan

5

Pikirkan Motif Anda

Apa itu feedback jika Anda sendiri tidak tahu untuk apa? Sebaiknya sebelum Anda memberikan feedback, ingatkan diri sendiri dahulu kenapa Anda melakukannya.

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa memberikan feedback dapat memperbaiki situasi atau kinerja seseorang. Feedback Anda tidak akan sampai jika bersikap kasar dan ofensif.

Anda mungkin akan lebih disukai jika selalu memberikan masukkan yang positif. Namun ingat, memberikan feedback juga bukan hanya selalu yang baik-baik saja, melainkan harus seimbang dan tetap adil.

Anda bisa menunjukkan bukti agar orang yang akan Anda beri feedback mengerti dan mengetahui apa yang harus diperbaiki.

Harus Tepat Waktu

Ketika Anda menjadi seorang pemimpin dalam perusahaan atau organisasi. Anda harus mengetahui waktu yang tepat untuk memberikan masukkan pada bawahan Anda.

Ketika sedang ada projek atau acara, jangan sampai memberikan feedback saat kegiatan tersebut sudah dekat. Maka nantinya akan percuma, apa itu feedback ketika sesuatu sudah terjadi?

Pasalnya, setiap orang tidak suka sesuatu yang mendadak, Ada baiknya untuk dibicarakan jauh-jauh hari sebelum acara berlangsung. Daripada menggagalkan sepanjang proses acara, lebih baik menggunakan waktu satu jam dibandingkan pekerjaan yang gagal.

Tips: Ketahui situasi terlebih dahulu. Jika yang terlibat terlihat emosional, tunggu sampai pikiran tenang. Penerima biasanya lebih mudah untuk menerima, begitupun dengan Anda menghindari mengatakan sesuatu yang disesali.

Jadikan Feedback Menjadi Hal Umum

Ada beberapa orang yang mungkin malas mendengar masukkan  karena terlalu sering diutarakan. Dan akhirnya berpikiran seperti “kenapa dia banyak ngomong?” atau “apa itu feedback? Bikin stress saja” namun sebenarnya feedback merupakan hal yang harus dilakukan terus menerus.

Orang yang akan diberikan feedback tidak akan kehilangan arah. Feedback yang umum ini bisa dilakukan setiap hari dan setiap waktu tergantung dengan bagaimana situasinya.

Dengan feedback informal ini, maka tidak akan ada lagi dibicarakan pada sesi feedback formal.

Berbicara Secara Spesifik

Ketika Anda akan memberikan feedback pada karyawan, sebaiknya berpegang pada fakta dan menjelaskannya dengan spesifik. Seperti bagian mana yang salah atau apa kesalahannya.

Daripada hanya bilang tidak profesional, apa arti sebenarnya? Anda bisa langsung berbicara apakah dia terlalu santai, terlalu lambat atau terlalu sembrono.

Tips: Sampaikan feedback yang sebenarnya, hindari kata-kata yang berlebihan seperti “selalu”, “tidak pernah”, dan lainnya.

3

Berikan Feedback Secara Privat

Apa itu feedback jika Anda mengkritik nya di depan orang banyak? Ketahuilah hal tersebut bukanlah feedback yang sesungguhnya. Jika Anda mengkritik seseorang lakukanlah secara privat, orang yang sedang diberikan feedback oleh Anda akan lebih mendengarkan.

Terkadang memberikan feedback juga bisa berupa rahasia yang mana tidak boleh diketahui oleh orang-orang. Sebaiknya cari tempat yang tidak akan didengar oleh orang lain.

Menindaklanjuti

Secara umum tujuan dari feedback yaitu untuk meningkatkan kinerja. Ketika Anda sudah memberikan feedback pada karyawan, sebaiknya terus mengawasi apakah tindakannya sudah sesuai dengan yang Anda katakan atau tidak.

Ketika Anda melihat bahwa karyawan tidak mengerjakan sesuai dengan feedback yang Anda kasih, berikan saja peringatan. Hal ini akan membuatnya menyadari bahwa Anda juga memperhatikan tindakannya.

6

Feedback Dalam Meningkatkan Performa Bisnis

Apa itu feedback bagi bisnis dan tujuannya? Pasalnya, tujuan utama dari berbisnis yaitu untuk memperoleh keuntungan atau profit yang oriented.

Untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar, membutuhkan berbagai strategi di dalamnya. Diantaranya yaitu dengan mengambil data dari feedback konsumen.

Melalui feedback bisnis Anda akan mendapatkan keuntungan berupa kritik, saran, testimonial, dan lainnya. Tentu saja kritik dan saran tersebut akan menjadi pacuan Anda dan tim agar lebih baik kedepannya.

Selain itu, feedback juga akan menentukan apakah hasil yang telah dikerjakan berhasil diimplementasikan pada konsumen atau tidak.

Para pengusaha bisnis pastinya melakukan berbagai strategi agar produknya dikenal, laku dan bermanfaat bagi konsumen. Untuk membuktikan hal tersebut Anda dan tim marketing membutuhkan sudut pandang dari konsumen terhadap produk yang sudah dibelinya.

Strategi tersebut dinamakan customer feedback, dengan adanya customer feedback bisnis Anda bisa jauh lebih berkembang. Customer feedback ini bisa Anda sebut sebagai review atau testimoni.

Review merupakan cara konsumen mengomentari produk bisnis Anda. Cara yang dapat Anda lakukan bisa berupa tulisan, foto maupun video.

Jika ada salah satu konsumen yang melakukan review pada produk Anda, maka secara tidak langsung konsumen melakukan promosi.

Sedangkan testimonial lebih mendetail mulai dari pengalaman konsumen sebelum dan sesudah menggunakan. Testimoni yang dilakukan konsumen diutarakan langsung pada usaha bisnis Anda. Sama seperti review, testimonial bisa berbentuk tulisan, foto maupun video.

Opini-opini yang disampaikan oleh konsumen, nantinya bisa Anda tampilkan pada website bisnis atau media sosial sebagai daya tarik atau meyakinkan calon konsumen untuk melakukan pembelian.

Feedback yang diterima dari hasil review diantaranya bisnis Anda akan lebih banyak dikenal orang, bisnis dinilai terpercaya dan mendatangkan calon konsumen.

Sedangkan feedback yang didapat dari hasil testimonial yaitu bisnis Anda akan mendapatkan masukkan yang sebelumnya tidak terpikirkan dari sisi penjual.

8

Cara Mendapatkan Feedback dari Konsumen

Pentingnya feedback dalam dunia bisnis mungkin membuat Anda bertanya, bagaimana caranya mendapatkan feedback agar bisnis berkembang? Apa itu feedback jika Anda tidak bertindak? Inilah caranya!

Cara Langsung

Mendapatkan feedback dengan cara langsung tidak menjadi masalah. Anda bisa melakukannya dengan cara mewawancarai konsumen yang pernah beli produk Anda. Dengan cara metode langsung ini ada banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

Diantaranya yaitu jawaban yang diberikan oleh konsumen akan diutarakan secara terbuka dan improve. Ketika wawancara, Anda juga bisa menanyakan hal-hal mendetail yang mungkin tidak ada kalau hanya ditulis.

Misalnya, produk yang Anda jual adalah brownies, Anda bisa menanyakan hal semacam “bagaimana teksturnya ketika didalam mulut?” atau “apakah terlalu manis atau kurang manis?” 

Selain menanyakan produk, Anda juga bisa menanyakan pendapatnya tentang pelayanan di toko Anda. Apakah pelayanannya sudah baik, tempatnya sudah nyaman, dan tanyakan juga apakah ada saran?

Cara Tidak Langsung

Seperti halnya ketika membagikan brosur pada “dunia nyata” lalu apa itu feedback yang didapatkan secara tidak langsung? Anda bisa mendapatkannya melalui kontak-kontak konsumen yang Anda simpan, bisa juga dengan melalui email.

Sebarkan kuesioner secara online bisa melalui website yang Anda buat ataupun form.

Kelebihan dari metode feedback secara tidak langsung ini, Anda tidak perlu menggunakan banyak tenaga dan memungkinkan mendapat lebih banyak respon dari konsumen.

Cara ini juga dinilai sangat efektif untuk menghitung data dengan cara cepat.

Setelah mengetahui apa itu feedback, apakah Anda mulai memahami dan akan menerapkan tips-tipsnya? Jika ya. Pastikan memberikan feedback terbaik agar urusan Anda berjalan lancar kedepannya.

Semoga informasinya bermanfaat!

Related Articles

Responses

Your email address will not be published.