6 cara memulai bisnis jilbab

7 Cara Mudah Memulai Bisnis Jilbab Bagi Pemula

Jilbab saat ini menjadi kebutuhan banyak wanita khususnya muslimah yang diwajibkan untuk menutup aurat. Menggunakan jilbab kini tidak hanya digunakan oleh orang dewasa. Bahkan bayi hingga anak kecil pun mulai menggunakan jilbab

Sebagai penduduk dengan mayoritas beragama islam tentunya Jilbab menjadi kebutuhan penting dan menjadi peluang menarik untuk dijadikan bisnis jilbab.

Kebutuhan inilah yang akhirnya membuat jilbab berkembang bahkan menjadi salah satu fashion yang terus diperbarui. Banyak desainer yang mulai berfokus pada desain jilbab bahkan dipamerkan dalam berbagai peragaaan busana baik nasional maupun internasional.

Hal ini terjadi karena setiap wanita juga memiliki seleranya sendiri dalam memilih jilbab untuk berbagai kebutuhan. Sehingga pilihan model dan bahan untuk bisnis jilbab pun semakin beragam.

Penjualan jilbab sendiri selalu meningkat di hari-hari biasa bahkan membludak ketika mendekati hari raya besar keagamaan guna mempercantik tampilan saat berkumpil dengan keluarga besar.

Tidak hanya itu, Berbagai model jilbab pun sering dipesan dalam kebutuhan besar untuk kebutuhan kelompok. Beberapa alasan inilah yang menjadikan bisnis jilbab dinilai menjanjikan karena terus berkembang dan dibutuhkan sepanjang hidup.

Namun, sebelum memulai jalan untuk memulai bisnis jilbab, ketahui dulu langkah mudah sebelum memulai bisnis jilbab.

mengapa harus bisnis jilbab

Mengapa Harus Bisnis Jilbab

Peluang yang besar dan juga konsumen yang luas menjadikan bisnis jilbab diminati oleh banyak orang. Tidak hanya itu, berbagai keuntungan juga bisa dirasakan saat memulai bisnis ini. Berikut beberapa alasan untuk memilih jilbab sebagai produk bisnis yang potensial

Usaha Jilbab Bisa Dilakukan Siapa Saja

Meskipun jilbab digunakan khusus bagi wanita muslimah akan tetapi bisnis jilbab ini bisa dilakukan siapa saja tanpa memandang gender. Usaha ini juga bisa dibuka di berbagai tempat usaha baik online ataupun offline.

Hal paling penting dalam membuka usaha jilbab adalah mengetahui strategi yang tepat dengan konsumen yang sesuai sehingga dapat meningkatkan keuntungan berlipat. Memiliki branding yang kuat juga dapat membantu meningkatkan nilai jual barang.

Produk Jilbab yang Beragam

Produk jilbab sendiri juga memiliki beragam desain. Jika dahulu, jilbab  hanya terdiri dari kain polos dengan warna yang bermacam-macam. Saat ini desain jilbab semakin beragam sehingga menarik perhatian banyak orang.

Tidak hanya itu, kegiatan wanita muslim yang padat akhirnya memunculkan berbagai macam jenis jilbab yang sesuai dengan kebutuhan. Salah satu contohnya adalah desain jilbab yang dirancang untuk kegiatan olahraga sehingga tetap nyaman walau aktivitas padat.

Hal ini bisa menjadi peluang bagus bagi seseorang yang ingin memulai bisnis jilbab sehingga bisa menentukan target konsumen dan juga pilihan jilbab yang sesuai.

Jangan lupa juga untuk terus memperbarui desain jilbab yang sedang naik daun agar pelanggan semakin setia dengan berbagai jenis model jilbab yang ada sehingga bisnis jilbab yang dijalani semakin menguntungkan.

Penjual bisa mengecek berbagai jenis trend di social media ataupun melakukan survei kepada pelanggan untuk mengetahui kebutuhan dan desain yang diinginkan.

Selain desain yang selalu mengikuti trend, penjual juga sebaiknya memerhatikan bahan yang nyaman digunakan oleh konsumen sebelum memulai bisnis jilbab. Hal ini karena pembeli juga memerhatikan bahan jilbab yang sesuai dengan kebutuhan selain desain yang menarik.

Harga Jual yang Bervariasi

Berbagai desain dan juga bahan jilbab yang ditawarkan akhirnya memunculkan berbagai jenis harga yang bisa dipiiih sebelum memulai bisnis jilbab.

Pemberian harga jual ini berasal dari bahan yang dipilih serta desain yang menarik. Berbagai variasi ini membuat pelanggan memiliki lebih banyak pilihan dalam membeli jilbab yang diinginkan.

Karenanya, sebagai penjual sendiri sebaiknya mengetahui harga yang tepat diberikan kepada pembeli agar bisa bersaing dengan kompetitor lain.

Penjual bisa menggunakan berbagai trik promosi berupa beli satu gratis satu ataupun potongan harga di berbagai event tertentu. Sehingga pembeli lebih tertarik membeli produk yang ditawarkan.

Konsumen yang Luas dan Besar

Indonesia sendiri menjadi salah satu negara dengan mayoritas muslim terbesar. Sehingga tidak mengherankan apabila banyak wanita yang memakai jilbab dalam berbagai kesempatan.

Dimulai dengan anak kecil sampai orang dewasa pun menggunakan jilbab untuk kebutuhan formal seperti sekolah ataupun bekerja. Pilihan desain jilbab yang menarik juga bisa digunakan untuk berbagai kegiatan seperti berkumpul dengan teman ataupun dengan sanak saudara.

Karena itulah pembeli juga biasanya membeli jilbab dalam jumlah banyak agar bisa dipadu padankan dengan pakaian yang dimiliki ataupun kegiatan yang sesuai.

Fakta ini menjadikan bisnis jilbab selalu berkembang dan bermunculan tiap tahunnya. Penjual juga bisa menentukan konsumen yang disasar disesuaikan dengan modal yang dimiliki.

Penyaluran Hobi dan Minat

Kebiasaan dalam menggunakan jilbab ataupun kesulitan yang ditemukan saat memilih bahan yang tepat sesuai kebutuhan akhirnya membuat banyak wanita mulai memberanikan diri untuk masuk ke dunia bisnis jilbab guna mendapatkan kebutuhan jilbab yang sesuai.

Ketekunan dan keseriusan dalam menekuni hobi dan bisnis jilbab ini akhirnya menjadikan banyak produk jilbab naik level hingga merambah ke peragaan busana nasional dan internasional sehingga dikenal dan diminati oleh banyak orang.

Bisnis Jilbab Bisa Merambah Kemana Saja

Dalam menjalani bisnis jilbab, seorang penjual tidak hanya berfokus pada jilbab namun bisa merambah ke berbagai aksesoris pendukung jilbab, seperti ciput,aksesoris yang mempercantik dalam penggunaan jilbab, ataupun baju yang sesuai dengan jenis jilbab yang dipakai.

Hal ini bisa menjadi peluang bagus bagi para penjual untuk melucurkan produk bundle yang berisi jilbab dan berbagai aksesoris tambahan. Produk ini sendiri bisa digunakan sebagai kado dengan hiasan dan juga kartu ucapan agar kado menjadi lebih menarik.

tools untuk memulai bisnis jilbab

Tools untuk Memulai Bisnis Jilbab

Memulai bisnis jilbab juga harus diiringi dengan berbagai peralatan yang mendukung dalam proses pembuatan dan juga jual beli jilbab. Persiapan yang matang juga akan menunjang keuntungan penjual sehingga hasil yang di dapatkan menjadi lebih masukmal.

Berikut beberapa tools yang dibutuhkan oleh penjual agar usaha semakin lancar dan juga laba yang diperoleh pun sesuai dengan keinginan.

Peralatan Produksi Jilbab

Salah satu hal pokok yang harus disiapkan dalam memulai bisnis jilbab adalah perlatan produksi. Barang-barang tersebut adalah kain untuk pembuatan jilbab, meteran, serta berbagai alat pemotong kain.

Barang-barang ini juga membutuhkan ruangan yang besar dan tidak lembab agar bisa digunakan dalam jangka waktu lama. Pilihlah juga lemari penyimpanan yang awet namun bisa menampung banyak barang sehingga tidak perlu membeli ketika kebutuhan produksi semakin meningkat.

Tidak hanya itu, penjual juga sebaiknya memerhatikan berbagai barang produksi yang dibutuhkan dalam proses packing barang. Beberapa perlengkapan tersebut dapat berupa kardus, plastik pembungkus, printer untuk mencetak resi dan juga alamat pengiriman.

Berbagai aksesoris pendukung dalam packing seperti kartu ucapan terima kasih ataupun pita untuk mempercantik bungkus barang. Pemberian kartu ini dapat menimbulkan kesan yang baik karena pelanggan merasa dihargai setelah membeli produk jilbab yang ditawarkan.

Pastikan juga memiliki packing yang menjadi ciri khas produk jilbab agar menjadi daya tarik tersendiri dan pembeda dari kompetitor lain.

Model Jilbab Sesuai Pasar dan Konsumen

Banyaknya kegiatan dan juga aktivitas yang dilakukan oleh seorang wanita muslim membuat konsumen memiliki berbagai jenis jilbab yang sesuai dengan kebutuhan.

Hal inilah yang bisa menjadi pertimbangan penjual dalam memilih produk yang akan ditawarkan sebelum memulai bisnis jilbab. Seorang penjual bisa memilih menjual desain yang mainstream namun memiliki banyak kompetitor ataupun model khsusus namun dengan pelanggan terbatas.

Dalam bisnis jilbab pun penjual juga sebaiknya menjual berbagai jenis jilbab sesuai dengan kebutuhan umur seperti untuk bayi, anak kecil, remaja, dan orang dewasa. Pedagang juga bisa menjual berbagai aksesoris tambahan yang bisa disematkan di jilbab dan membuat pengguna semakin nyaman.

Pilihlah juga desain yang sedang naik di pasaran agar dibeli oleh banyak orang sehingga barang tidak menumpuk dan malah menimbulkan kerugian di kemudian hari. Pilihan warna dan bahan juga sebaiknya bervariasi agar pembeli bisa memilih sesuai kebutuhan.

Permasalahan ini dapat diatasi dengan memilih konsumen yang diinginkan disertai dengan strategi marketing yaang tepat sehingga dapat menyasar pelanggan yang sesuai dan juga meluas.

Lokasi Penjualan

Pemilihan lokasi penjualan yang tepat juga akan membantu dalam bisnis jilbab. Hal ini akan membantu produk dilihat oleh banyak pembeli baik yang potensial ataupun hanya ingin melihat produk yang ditawarkan.

Lokasi usaha juga sangat penting untuk mempermudah konsumen dalam mengetahui dan mengenal barang yang akan dperjualbelikan.

Dalam pemilihan lokasi penjualan, ketahui juga harga sewa dan sesuaikan dengan modal yang telah dipersiapkan sebelumnya. Hal ini dilakukan agar modal masih bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan lain saat memulai bisnis jilbab.

Pilihlah lokasi penjualan yang strategis dan mudah untuk dijangkau oleh banyak orang dan memiliki akses parkir yang luas. Tempat yang luas dan nyaman juga akan membuat pelanggan nyaman dalam berbelanja.

Pilihkan juga bangunan dengan kondisi yang bagus agar tidak mengeluarkan banyak biaya dalam proses renovasi. Pemilihan warna yang sesuai dengan jenis jilbab yang diperjualbelikan akan membantu dalam proses branding.

Jangan lupa juga sediakan tempat penyimpanan barang agar penjual bisa lanngsung menyetok kembali barang yang habis dengan cepat.

Pemberian toilet yang bersih juga ruangan ganti juga haruslah ada karena pelanggan juga harus mengganti jilbab berulang kali tanpa perlu dilihat auratnya.

Beberapa lokasi penjualan yang bisa dijadikan rekomendasi tempat bisnis jilbab adalah pusat perbelanjaan seperti mall, pasar, ataupun ruko yang biasanya dikunjungi oleh banyak orang.

Saat ini banyak sekali penjual yang memulai menjual produk jilbabnya di berbagai market place. Hal ini tentu saja lebih menguntungkan, karena tidak perlu modal tambahan untuk menyewa tempat dan proses jual beli pun bisa dilakukan di rumah.

cara memulai bisnis jilbab

Cara Memulai Bisnis Jilbab

Tidak hanya pemilihan tools yang tepat namun seorang penjual juga harus memastikan beberapa hal-hal penting namun terkadang terlewat untuk diperhatikan. Karenanya beberapa langkah mudah ini bisa digunakan untuk mempermudah jalan dalam memulai bisnis jilbab.

Tentukan Modal yang akan dikeluarkan

Salah satu hal penting yang harus ada dalam memulai sebuah bisnis adalah modal yang cukup. Pemilihan jumlah modal ini juga sebaiknya disesuaikan dengan biaya  produksi dan promosi serta berbagai biaya operasional saat penjualan barang.

Penjual dapat melakukan survei terlebih dahulu untuk mencari bahan jilbab yang tepat dengan harga yang murah namun dengan kualitas terbaik. Belilah juga barang dalam jumlah banyak agar memperoleh potongan harga.

Biaya promosi juga mesti diperhatikan dalam memulai bisnis jilbab. Biaya promsoi ini sendiri dapat berupa menyewa jasa influencer untuk mempromosikan produk melalui paid promote dan endorsement ataupun membayar orang untuk melakukan pengembangan social media dan juga memotret produk yang akan dipasarkan.

Hitung juga biaya yang akan dileluarkan apabila ingin mengikuti berbagai pameran produk karena akan mengeluarkan biaya lebih untuk sewa ataupun etalase yang menarik pengunjung.

Penjual juga mesti memperhatikan biaya operasional yang dikeluarkan ketka menyewa ruko untuk penjualan. Beberapa biaya rutin yang biasanya dikeluarkan adalah biaya sewa, gaji pegawai, biaya operasional seperti pembayaran listrik ataupun PDAM, serta membeli berbagai alat pajangan jilbab.

Penjual tidak perlu berkecil hati apabila belum memiliki modal yang cukup untuk memulai menyewa tempat. Proses jual beli yang dilakukan secara online juga bisa menjadi solusi untuk menekan biaya pengeluaran dalam menyewa tempat.

Proses jual beli ini juga lebih menguntungkan karena bisa dilakukan di rumah dan juga melakukan promosi melalui social media yang dimiliki. Pembuatan konten yang menarik akan membuat pengunjung datang dan tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan.

Penjual juga cukup menyediakan modal untuk membeli paket data bulanan atau berlangganan Wifi sehingga harga yang ditekan lebih murah. Sediakan juga dana untuk membeli gadget yang mendukung dalam proses jual beli secara online ataupun melakukan promosi melalui social media dan market place.

Modal dalam memulai bisnis jilbab ini sendiri bisa di dapatkan dari tabungan yang dimiliki dari penghasilan yang dimiliki bertahun-tahun, mengajukan kredit kepada bank, atau mencari investor untuk mendukung usaha anda.

Akan tetapi apabila usaha sudah dilakukan namun modal yang diinginkan masih belum mencukupi maka memulai bisnis jiblab bisa dimulai dengan menjadi reseller atau supplier.

Menjadi Reseller atau Dropshipper

Salah satu solusi dalam memulai bisnis jilbab adalah menjadi reseller atau dropshipper. Hal ini bisa dilakukan apabila penjual tidak memiliki minat dalam membuat desain hijabnya sendiri atau modal yang dimiliki masih sedikit.

Menjadi reseller sendiri berarti penjual harus menyediakan beberapa jumlah dana yang dibutuhkan dan sudah ditentukan oleh distributor sedangkan menjadi dropshipper berarti penjual cukup mempromosikan barang jualannya lalu proses pengiriman akan dilakukan oleh distributor.

Berbagai keuntungan dapat diperoleh dengan menjadi reseller ataupun dropshipper. Harga yang di dapatkan lebih murah dan juga dijual kembali dengan harga yang sesuai. Penjual juga bisa membangun brand sendiri dengan memasukkan nama penjual ke dalam produk yang dijual.

Tidak hanya itu keuntungan menjadi reseller dan dropshipper di bisnis jilbab adalah pekerjaan ini bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja sehingga tidak mengganggu kegiatan.

Langkah awal yang bisa dilakukan untuk menjadi reseller adalah menemukan reseller dan dropshipper yang tepat melalui situs market place dan social media ataupun dari tetangga atau saudara yang menawarkan.

Jangan lupa juga untuk membaca berbagai peraturan atau bagi hasil yang ditawarkan sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari serta mengetahui modal dan juga keuntungan yang di dapatkan selama menjadi reeseller ataupun dropshipper.

Sebagai langkah awal memulai bisnis jilbab sebagai reseller atau dropshipper, penjual bisa memilih model jilbab yang diminati oleh banyak orang sehingga mempermudah dalam proses promosi awal dan bisa ditawarkan kepada teman atau saudara sekitar sebagai konsumen awal.

Meskipun berperan sebagai reseller ataupun dropshipper namun penjual dapat mempromosikan produk jualannya melalui social media ataupun market place sehingga keuntungan yang di dapatkan bisa semakin banyak.

Selain itu, penjual juga bisa menggunakan sistem pembayaran cicilan sebagai fasilitas tambahan untuk penjualan di sekitar lingkungan rumah. Tidak hanya itu, fitur paylater di berbagai market place juga bisa digunakan sebagai fasilitas pembayaran yang bisa dipilih oleh konsumen.

Jangan lupa juga untuk menentukan harga jual yang sesuai dan masih dalam batas wajar sehingga pembeli tertarik untuk membeli dan juga keuntungan pun bisa menutupi modal yang dikeluarkan sebagai supplier.

Ketahui Konsumen dan Pasar

Tahap selanjutnya yang harus dilakukan dalam membuka jalan pada bisnis jilbab adalah mengetahui konsumen dan pasar. Langkah ini sering diabaikan penjual mengingat jilbab adalah barang yang dicari oleh banyak orang.

Meskipun begitu, penentuan konsumen ini mesti dilakukan untuk mengetahu seberapa besar harga yang harus dipatok dan juga strategi dalam penjualan jilbab sehingga konsumen yang disasar pun semakin besar.

Dalam proses surveri konsumen, penjual harus memerhatikan usia, pekerjaan, penghasilan yang di dapatkan serta lingkungan pembeli sehingga barang yang dijual sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Mengetahui target konsumen yang dituju akan mempermudah dalam membuat strategi marketing berupa social media dan juga konten yang digunakan serta market place yang diperlukan untuk mempermudah bisnis jilbab yang dijalani.

Pilih Jenis Jilbab

Jilbab sendiri memiliki berbagai macam desain dan motif yang berbeda. Hal ini juga akan membedakan target konsumen yang akan disasar.

Pilihlah jenis jilbab yang menarik dengan bahan yang nyaman. Pembeli juga biasanya mencari model yang sedang naik daun. Karenanya pastikan selalu mengikuti perkembangan trend yang ada sehingga model jilbab yang dimiliki selalu update dan disukai pelanggan.

Pililhlah juga bahan hijab yang awet dan tidak rusak ketika dicuci di mesin cuci. Hal sepele ini terkadang menjadi permasalahan konsumen yang akhirnya kecewa pada produk yang ditawarkan.

Ketahui Harga Pasar

Pemberian harga jual jilbab juga sebaiknya menyamakan atau bersaing dengan harga yang ditawarkan di pasaran. Hal ini dilakukan agar bisnis jilbab yang dijalani bisa bersaing dengan kompetitor lain.

Dalam pemberian harga jual sendiri sebaiknya penjual juga mengetahui alasan patokan harga tersebut sehingga pelanggan bisa puas dengan hasillnya walaupun harga yang diberikan cukup lumayan.

Beberapa patokan dalam pemberian harga dalam bisnis jilbab adalah desain dan warna yang bervariasi, kenyamanan dalam memakai jilbab melalui bahan yang dipilih, penggunaan packing dengan tambahan berbagai aksesoris..

Saat memulai bisnis jilbab juga sebaiknya tidak memberikan harga tinggi namun pantaskan dengan kualitas produk yang dijual sehingga membuat pelanggan senang dengan layanan yang ditawarkan bahkan mempromosikan produk anda kepada orang lain secara gratis.

Hal ini juga bertujuan agar produk lebih dikenal oleh banyak orang terlebih dahulu. Tambahkan juga berbagai promo yang menarik dan potongan harga pada event tertentu agar pembeli tertarik untuk membeli barang yang ditawarkan.

Apabila barang sudah mulai terkenal maka bisa menaikkan harga secara perlahan agar modal bisa kembali.

Tentukan Social Media yang Tepat

Banyaknya social media yang saat ini beredar dan digunakan oleh banyak orang akhirnya membuat penjual bingung dan membuat akun jualan di semua platfrom. Padahal hal ini dapat membuat proses promosi menjadi tidak maksimal sehingga tidak mencapai target yang ditentukan.

Seorang penjual sebaiknya mengetahui dimana konsumen potensial berkumpul kemudian maksimalkan potensi konsumen dengan berbagai promosi dan konten yang ada.

Beberapa konten yang bisa dibuat adalah konten edukasi yang membantu konsumen untuk menyelesaikan masalah melalui produk yang ditawarkan, konten hiburan untuk menaikkan engagement, serta konten promosi untuk memasarkan produk.

Penjual juga bisa menggunakan fitur iklan berbayar guna mempromosikan akun baru sehingga mendapatkan followers awal yang lebih banyak di awal pembukaan akun.

Beberapa rekomendasi social media dan juga fitur yang bisa digunakan adalah Facebook dimana penjual dapat membuat katalog produk dengan fitur album, mempromosikan produk dan upload konten di fitur postingan, serta siaran langsung untuk memamerkan produk yang diperjual berlukan sehingga bisa meyakinkan pelanggan.

Selain itu, penjual juga bisa menggunakan Instagram sebagai tempat promosi yang baik. Penjual juga bisa mendesain foto produk yang sesuai dengan konsep yang ditawarkan sehingga menjadi ciri khas di akun Instgaram yang dimiliki.

Jangan lupa juga untuk posting konten secara rutin agar social media selalu hidup dan juga menambah followers yang akan meningkat menjadi konsumen baru bahkan pelanggan.

Marketing yang Menarik Pelanggan

Pembuatan berbagai social media yang sesuai dengan target konsumen haruslah dibarengi dengan marketing yang menarik pelanggan. Hal ini akan membuat promosi bisnis jilbab secara online semakin lancar.

Selain membuat berbagai macam konten yang menarik, jangan lupa juga untuk melakukan interaksi dengan konsumen agar komunikasi semakin dekat.

Beberapa interaksi yang bisa dilakukan adalah dengan membalasa komentar, membuat postingan quiz di Instagram Story, dan juga membuat siaran langsung.

Penjual juga bisa membuat akun marketplace sebagai tempat transaksi. Hal ini karena sudah banyak ornag yang mempercayakan transaksi secara online karena adanya jaminan pengembalian dana.

Potongan harga  dan juga gratis ongkir juga bisa menjadi teknik marketing yang menarik pelanggan sehingga melancarkan bisnis jilbab yang dijalankan.

Beberapa marketplace yang sering digunakan Shopee dan juga Tokopedia. Keduanya menawarkan penawaran diskon harga pada hari-hari tertentu dan juga kerjasama dengan jasa ekspedisi sehingga harga pengiriman menjadi lebih murah.

Penjual juga bisa memberikan strategi pendekatan untuk teknik marketing lebih lanjut. Pemeberian kartu ucapan terima kasih serta potongan harga bagi pelanggan yang memiliki kartu member bisa memberikan daya tarik yang kuat untuk pelanggan.

Jangan lupa untuk bersikap ramah dan membalas dengan cepat pesan pelanggan pada jam kerja. Kirimkan juga barang pemesanan dengan cepat agar pembeli tidak perlu menunggu lama.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published.