content creator

Mengenal Content Creator dan Jenjang Karir yang Menjanjikan!

Content Creator pekerjaan paling populer di dunia kreatif. Ketahui prospek karir & langkah apa saja yang harus dilakukan jika ingin menjadi ahli di bidang ini!

Content Creator (pembuat konten) adalah seseorang yang memiliki tanggung jawab dalam menghasilkan informasi, menghibur atau mendidik. Informasi tersebut biasanya disalurkan melalui audio, video, tulisan maupun gambar.

Saat ini, media populer yang sering digunakan oleh pembuat konten diantaranya yaitu, Blog, Linkedin, Youtube, Instagram, Twitter, dan media sosial lainnya. Tujuan dari dibuatnya konten itu sendiri yakni untuk meningkatkan brand awareness di Media Sosial.

Maka dari itu, jika Anda tertarik menjadi seorang pembuat konten, Anda harus paham tentang tujuan dari “bisnis” agar dapat relevan dengan visi dan misi perusahaan.

Aktivitas ini merupakan salah satu bagian dari strategi digital marketing, karena dengan memberikan konten yang berkualitas dan tepat sasaran, perusahaan atau bisnis Anda akan lebih mudah dalam memasarkan produk.

kegiatan content creator

Apa Saja Kegiatan yang Dilakukan oleh Content Creator?

Kegiatan atau jobdesk yang dilakukan seorang Content Creator sebenarnya tergantung, karena ada banyak platform digital yang digunakan oleh pembuat konten. Seperti yang sudah dijelaskan di awal, Anda bisa mengerjakannya melalui beberapa media.

Jadi kegiatan yang dilakukan setiap individu akan berbeda-beda, menyesuaikan dengan bisnis dimana Anda bekerja dan jenis media utama apa yang digunakan.

Misalnya, Anda ahli dalam menulis di halaman Blog, maka Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu untuk riset sebelum menulis. Artinya Anda akan mengumpulkan berbagai materi secara online, mengumpulkan statistik dan referensi, bahkan mewawancarai pakar untuk mendapatkan informasi.

Setelah melakukan riset, Anda harus mulai menulis sesuai fakta dengan tidak melebih-lebihkannya. Namun, disesuaikan juga dengan metode pemasaran, apakah hanya sharing, soft selling atau hard selling.

Jika Anda ingin membuat konten Youtube, Anda harus menyajikannya dalam bentuk video. Seorang Youtubers atau Influencer yang sering mengunggah video ke Youtube, bisa juga dianggap sebagai Content Creator.

Anda tidak boleh asal dalam membuat konten, karena untuk mendapatkan viewers dan subscriber Youtube, informasi yang diberikan harus menarik dan berguna. Dengan begitu, video Anda akan ditonton banyak orang.

Selain itu, ada Content Creator Media Sosial. Platform yang digunakan ada banyak jenisnya seperti, Instagram, Tiktok, Twitter, Linkedin, Spotify, dan lain-lain. Di berbagai platform tersebut, Anda dapat membuat konten informasi seperti tips, infografik, deskripsi, ataupun fakta.

Sedangkan konten hiburan bisa berupa meme, games, atau giveaway produk. Untuk ide konten yang menarik Anda bisa melakukan riset melalui Google trends, Twitter, ataupun hal yang sedang ramai dibahas.

Berikan juga informasi sesuai dengan jenis produk apa yang Anda promosikan. Jika Anda ahli dalam berbicara dan ingin memberikan informasi berupa audio. Dunia podcasting sangat cocok untuk Anda.

Berbagi informasi dan hiburan melalui podcasting merupakan kegiatan yang sedang trend saat ini, Anda bisa mengunduhnya melalui salah satu platform yaitu spotify.

Menariknya, Anda juga bisa mendapatkan royalti jika podcast yang Anda unggah banyak didengar orang. Apakah Anda tertarik untuk terjun ke dunia podcasting?

5 langkah

5 Langkah Membuat Konten, Content Creator Wajib Tahu!

Banyak yang memandang pekerjaan Content Creator adalah hal yang mudah. Nyatanya, untuk membuat sebuah konten dibutuhkan strategi dan kreatifitas yang tinggi.

Anda harus paham apa yang harus dilakukan agar konten mendapat banyak perhatian, jenis konten apa yang dibutuhkan oleh followers dan informasi apa yang berguna agar memberikan impact untuk kedua belah pihak, yaitu perusahaan dan audiens.

Berikut ini langkah membuat konten yang wajib Anda ketahui:

Analisis Kompetitor

Anda harus tahu siapa saja kompetitor dari produk Anda. Setelah mengetahui siapa saja kompetitornya, segera analis hal lainnya, seperti siapa saja audiens mereka, konten apa saja yang diberikan oleh kompetitor, bagaimana metode branding mereka dan bagaimana tanggapan konsumen tentang kompetitor.

Dengan melihat apa kelebihan dan kekurangan dari kompetitor, Anda dapat memanfaatkannya untuk memperkuat kelebihan dari produk Anda.

Selain itu, Anda juga dapat membuat strategi dan inovasi baru dengan melakukan hal apa saja yang perlu dikembangkan selanjutnya, dengan begitu produk Anda akan lebih dikenali oleh audiens.

Brainstorming Ide 

Pada tahap inilah otak Anda diuji untuk menjadi seseorang yang kreatif. Anda harus memiliki ide menarik agar audiens tertarik dengan hanya melihat postingan Anda.

Seperti yang diketahui, jika audiens mengikuti profil Anda atau perusahaan, artinya mereka tertarik dengan konten Anda. Maka, untuk “memuaskan” audiens, Anda harus menciptakan konten yang bermanfaat bagi audiens.

Brainstorming bisa dilakukan dengan cara mandiri atau berkelompok, namun ingat jangan terlalu banyak. Anda bisa menuliskan ide di kertas atau papan dengan pertanyaan seperti “Apa penyebab masalahnya? “Kenapa masalah bisa terjadi?” “Bagaimana masalah bisa terjadi”.

Dengan mengajukan banyak pertanyaan, biasanya ide-ide akan muncul.

Pembuatan Konten

Setelah melakukan analisis dan brainstorming ide, sekarang saatnya pengeksekusian. Proses pembuatan konten ini kemungkinan akan melalui berbagai tahap.

Waktu yang dibutuhkan juga berbeda-beda, ada yang bisa memakan beberapa jam, hari, minggu ataupun bulan. Tergantung dengan tujuan dan platform apa yang digunakan.

Biasanya konten untuk Blog hanya dilakukan dalam hitungan jam saja, untuk riset, menulis dan editing. Begitu juga dengan podcasting, diawali dengan membuat skrip, rekaman, dan posting.

Namun berbeda dengan konten Youtube, ada yang bisa sehari jadi, ada pula yang membutuhkan waktu berhari-hari, setelah itu baru tahap editing dan publikasi.

Pengeditan dan Persetujuan

Setelah tahap pembuatan konten, hal yang dilakukan berikutnya adalah proses editing dan persetujuan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa proses pembuatan konten membutuhkan waktu yang berbeda-beda.

Anda harus mengeditnya sesuai dengan konsep dan SOP perusahaan. Misalnya, penggunaan font, warna, animasi, dan hal sebagainya. Hal tersebut bertujuan agar konsep konten tetap konsisten dan tetap memperlihatkan ciri khas.

Jika proses pengeditan sudah selesai, saatnya ke tahap persetujuan. Biasanya dalam sebuah tim terdapat editor atau SPV yang akan meninjau konten Anda sebelum dipublikasikan.

Hal ini bertujuan untuk melihat apakah ada kekurangan atau perubahan agar konten yang akan disajikan sempurna.

Promosi

Menjadi seorang pembuat konten tidak hanya memikirkan ide saja, setidaknya Anda juga harus tau tentang analitik dari sebuah platform.

Konten yang Anda buat akan menentukan jumlah visitor, impression, dan engagement. Hal tersebutlah yang harus diperhatikan, jika analitik menurun artinya konten Anda tak menarik perhatian audiens.

Sedangkan jika analitik meningkat artinya banyak audiens yang tertarik.

Pernahkah Anda melihat seorang Influencer yang membuat video reels di Instagram untuk mempromosikan barang endorse? Video yang dibuat dari Influencer tersebut, tentunya memiliki orang-orang berbakat dibelakangnya, yaitu pembuat konten.

Nah dari sinilah mungkin Anda mulai menyadari, ternyata mempromosikan barang juga perlu konsep yang kreatif.

tips

Ingin Jadi Content Creator? Intip Tips Sukses Bagi Pemula

Jika Anda mempunyai cita-cita sebagai pembuat konten, ada hal wajib yang perlu Anda ketahui. Bahwasannya untuk menempati posisi ini, Anda harus memiliki skill yang mumpuni. Jika Anda pernah kuliah, pasti ada bagian kuliah untuk materi dan untuk praktek bukan?

Nah, menjadi Content Creator lebih memerlukan praktek. Bukan hanya sekedar materi saja yang harus diketahui, namun bukti nyata adalah hal yang harus ditonjolkan dari pekerjaan ini.

Inilah tips sukses yang perlu Anda ketahui:

Tips Pertama: Ketahui Passion Anda

Sebelum terjun ke dunia kreatif ini, ada baiknya untuk mengetahui keahlian Anda. Seperti yang diketahui bahwa Content Creator itu banyak jenisnya. Mulai dari menyajikan edukasi, hiburan, games dan lain-lain.

Jika Anda sudah tahu jenis konten apa yang akan dibuat, pastikan Anda menyukai dan memiliki passion pada bidang tersebut.

Maka dengan membuat konten yang sesuai dengan passion Anda, konten yang dibuat akan menghasilkan sebuah karya yang menarik. Anda bisa mempublikasikannya lewat berbagai platform seperti tiktok, Youtube ataupun Instagram.

Berbeda lagi jika Anda memang melamar dan bekerja di sebuah agensi, atau perusahaan. Anda dituntut untuk menyajikan konten sesuai dengan produk.

Namun jika memang passion Anda ada pada bidang kreatif, jenis apapun pasti bisa Anda kerjakan asalkan harus lebih banyak belajar tentang tujuan dari agensi atau perusahaan tersebut.

Tips Kedua: Pahami Target Audiens

Anda membuat konten pasti ada tujuannya kan? Jika konten Anda ingin tepat sasaran, pastikan untuk mengetahui siapa saja target audiens Anda.

Bayangkan jika Anda sudah susah-susah buat konten, namun tak ada timbal balik dari audiens mengenai produk Anda, sangat sia-sia bukan?

Maka dari itu, Anda perlu tahu berapa umur, jenis kelamin, demografi, status, interest, dan platform digital apa yang sesuai dengan produk. Agar konten tepat sasaran dan terjalinnya interaksi antara audiens dan platform Anda.

Tips Ketiga: Tentukan Tone Of Voice dan Gaya

Tone of voice adalah karakteristik atau ciri khas dari sebuah brand, Anda bisa melihatnya dari penggunaan gaya tulisan, bahasa, dan berbicara.

Salah satu hal yang dapat Anda lakukan untuk menentukan tone of voice yaitu dengan mengetahui profil audiens baik dari aspek demografi atau tujuan. Penggunaan tone of voice harus digunakan dalam semua konten Anda.

Hal tersebut berguna untuk menunjukan bahwa semua konten Anda konsisten, dapat dipercaya, dan memiliki ciri khas.

Selain itu, tone of voice jugaberguna ketika suatu saat ada kreator atau brand yang ingin bekerjasama, karena biasanya para kreator memastikan melalui estetika, nilai, misi dan audiens, apakah sejalan atau tidak dengan apa yang ingin dipromosikan.

Tips Keempat: Amati dan Belajar dari Content Creator Lain

Jika Anda terpacu untuk menjadi Content Creator karena seseorang, ada baiknya untuk amati dan belajar dari mereka.

Dengan begitu, ketika Anda sebagai audiens mereka, Anda bisa mengetahui konten apa yang menarik perhatian Anda, bagaimana cara mencari ide topik yang informatif dan menghibur. 

Membangun networking dengan orang yang sering membuat konten juga dapat membuka wawasan Anda, ketika berdiskusi biasanya muncul ide-ide baru.

Anda juga bisa melakukan kolaborasi, agar konten yang Anda buat tidak monoton, dan dengan berkolaborasi juga mungkin ada informasi yang belum Anda ketahui sebelumnya.

Tips Kelima: Berlatih Setiap Hari

Pernah mendengar istilah “practice make perfect” ? Yap! Itulah yang harus dilakukan jika Anda ingin menjadi seorang pembuat konten. Mungkin sebagian dari Anda tak terpikirkan untuk membuat konten setiap hari.

Namun cobalah untuk terus mengasah keterampilan dalam menulis, fotografi, desain grafis, atau videografi. Buatlah apa saja yang menarik perhatian Anda, dengan melakukan hal tersebut Anda bisa membuatnya jadi sebuah portofolio ketika ingin melamar pekerjaan.

Tips Keenam: Ikuti Tren Terkini

Konten yang mendapat banyak perhatian adalah konten yang menyangkut pautkan dengan tren yang sedang viral. Misalnya series yang sedang viral saat ini di Indonesia adalah “Squid Game” series tersebut bisa Anda jadikan ide, baik dari karakter pemain, cara pemasarannya maupun konsep permainannya.

Konten yang Anda bikin bisa dikaitkan dengan film tersebut versi brand atau produk Anda.

jenjang

Bagaimana Kualifikasi dan Jenjang Karir Content Creator, Apakah Menjanjikan?

Pembuat konten sebenarnya terbagi menjadi 2 kategori. Ada yang menjadi karyawan dari sebuah perusahaan, ada pula bagi mereka yang jadi Influencer. Namun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk meningkatkan brand awareness.

Cara mereka menciptakan sebuah konten pun berbeda, Influencer membuat konten untuk mempengaruhi orang lain atau hanya untuk menikmati kontennya. Mereka fokus memproduksi konten untuk mendapat kepercayaan dari audiens dan komunitasnya.

Sedangkan Content Creator karyawan, membuat konten untuk kepentingan pasar digital, bentuk kontennya juga bermacam-macam. Tidak hanya berupa video, tapi merangkup melalui Website, Facebook, Instagram, Youtube dan lainnya.

Membuat konten di suatu perusahaan, belum tentu bisa disebut sebagai Influencer. Namun seorang Influencer bisa disebut sebagai Content Creator. Untuk mendukung kontennya, Influencer biasanya memiliki tim kreatif untuk mengerjakan kontennya.

Apakah Anda mulai tertarik untuk menjadi seorang Content Creator? Ketahui kualifikasinya dibawah ini!

Mempunyai Ide Kreatif

Mempunyai ide kreatif, softskill yang satu ini memang sangat dibutuhkan bagi pembuat konten. Cara untuk berpikir kreatif, diantaranya adalah dengan banyak membaca, berdiskusi, menonton atau berpengalaman.

Apalagi jika Anda memiliki pemikiran “out of the box” siap-siap jadi andalan tim ya!

Memiliki Pengetahuan Tentang Media dan Kemampuan Berkomunikasi

Mempunyai pengetahuan tentang media dan kemampuan berkomunikasi merupakan nilai plus untuk Anda yang ingin bekerja di ranah media.

Content Creator setidaknya harus mengetahui jenis platform yang digunakan, mulai dari optimasi, analitik dan pergerakan tren. Kemampuan komunikasi juga perlu agar menciptakan sebuah konten yang kreatif untuk klien.

Peka Terhadap Lingkungan Sosial

Peka terhadap lingkungan sosial, Anda harus ingat bahwa pembuat konten harus bisa mempengaruhi audiens baik itu membeli produk, memakai jasa, ataupun untuk meningkatkan profit.

Maka dari itu, Anda wajib untuk memahami apa yang audiens butuhkan. Secara tak langsung, Anda menjadi ujung tombak dari strategi marketing.

Memiliki Skill Teknis Tertentu

Memiliki skill teknis tertentu, seperti copywriting, editing, desain grafis, public speaking, script writing, content writing, dan lain-lain. Skill teknis tersebut akan jadi pertimbangan agar Anda bisa diterima sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

Setelah mengetahui kualifikasi diatas, lalu bagaimana jenjang karir bagi seorang Content Creator?

Jenjang karir sebagai Content Creator sangat beragam jenisnya. Jika Anda bekerja secara independen yang tak terkait dengan perusahaan manapun.

Anda bisa mengerjakan semuanya serba sendiri, mulai dari ide konten, brainstorming, pembuatan skrip,  sampai penentuan posting, Anda bisa tentukan sesuai kemauan Anda.

Seiring berjalannya waktu, Anda juga bisa merekrut orang untuk bekerja sama, misalnya untuk content plan sampai editing. Berbeda dengan Content Creator yang bekerja sebagai karyawan di industri kreatif.

Semakin Anda memiliki potensi yang bagus dengan waktu kerja yang sudah lama. Baik cepat ataupun lambat, jabatan Anda yang awalnya sebagai pembuat konten Blog atau Content Writer bisa naik menjadi content manager.

Berkembangnya dunia digital membuat peran Content Creator banyak dicari oleh perusahaan atau industri kreatif.

Maka dari itu, mari belajar dan tingkatkan skill Anda di socialmediamarketer.id

Related Articles

Responses

Your email address will not be published.