Strategi Media Sosial B2B Untuk Menarik Audiens

Stretagi Sosial Media B2B

B2B sering kali memanfaatkan media sosial guna memasarkan atau mengiklankan produknya. Namun media sosial B2B ternyata sulit sulit gampang untuk dijalankan. Hal ini utamanya pada produk yang kesannya membosankan atau terlalu kaku. Strategi sosial media untuk B2B karena itu dibutuhkan.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai strategi media sosial B2B Anda. Beberapa strategi tersebut diantaranya adalah :

Tentukan Tujuan Bisnis Anda

Dalam sebuah bisnis, tujuan tentu saja menjadi hal yang penting. Ini akan memandu Anda untuk mengembangkan bisnis Anda. Tujuan bisnis juga akan membantu untuk memetakan audience, strategi, pasar, dan visi perusahaan Anda.

Penentuan tujuan juga akan mendefiniskan identitas bisnismu. Persaingan B2B dalam media sosial sangat tinggi. Bisnismu sangat mungkin menjadi tidak menonjol di tengah persaingan tersebut.

Karena itu, Anda harus mempunya tujuan serta mendefinisikan identititas bisnis yang kuat.

Tentukan Platform Media Sosial yang Tepat

Strategi media sosial B2B kedua yang bisa Anda terapkan adalah menentukan platform yang tepat. Ada banyak sekali platform media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk produk atau jasa B2B Anda.

Namun memilih satu yang paling sesuai adalah hal yang menantang. Karena itu, ada beberapa langkah guna menentukan platform media sosial B2B yang paling tepat untuk Anda.

Lakukan Audience Research

Kamu bisa memulai dengan mempelajari orang-orang yang sudah jadi pelangganmu. Riset pasar mengenai pengalaman mereka sebagai pelanggan bisa kamu lakukan. Hal ini akan membuatmu bisa memahami pelangganmu, serta membantu untuk membangun platform yang akan mereka sukai.

Riset ini bisa kamu lakukan melalui sales yang langsung berhubungan dengan pelanggan.

Cara lain adalah dengan melakukan survey online. Pastikan survey semudah mungkin untuk dijangkau pelangganmu.

Uji Coba Platform

Cara ini mungkin terdengar cukup merepotkan, namun percayalah bahwa cara ini akan menuntun Anda untuk menemukan platform yang sesuai bagi bisnis B2B Anda. Anda bisa membuat berbagai jenis konten, mulai dari artikel, video, tutorial, hingga bahkan diskusi virtual.

Kemudian Anda bisa mengecek bagaimana audiens memberi respon terhadap berbagai konten itu.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan uji coba waktu upload kontenmu. Supaya kamu bisa tahu waktu dimana postinganmu mendapatkan paling banyak respon.

Pastikan kami selalu memantau lalu lintas dan insight dari setiap platform dan konten. Supaya, kamu bisa menemukan platform mana yang paling disukai dan mendapatkan respon paling baik.

Buat Content Marketing Funnel

Riset Sosial Media B2B

Content marketing funnel merupakan sistem yang membantu sebuah brand menarik perhatian dari pelanggan potensial. Sistem ini akan memandu pelanggan potensial mulai dari interaksi awal hingga menjadi pelanggan.

Karena itu sangat sesuai untuk dimanfaatkan sebagai strategi social media B2B.

Sistem ini sendiri terdiri dari tiga tahapan, yaitu top of the funnel (TOFU) yang berguna untuk menarik perhatian, middle of the funnel (MOFU) yang gunanya untuk memandu pelanggan menuju tujuan yang kita inginkan, dan yang terakhir adalah bottom of the tunnel (BOFU) yang berfungsi untuk mendorong terjadinya pembelian.

Pembuatan content marketing funnel akan membantu bisnis B2B untuk menyusun konten yang variatif namun terencana.

Penyusunan content marketing funnel bisa dilakukan sebagaimana berikut ini :

TOFU

TOFU berguna untuk menarik perhatian. Pada tahapan ini pelanggan umumnya belum siap untuk melakukan pembelian. Banyak diantara mereka yang bahkan belum mengenal bisnis B2B Anda . Karena itulah, tahapan ini bertujuan supaya pelanggan tertarik untuk mengenal perusahaan.

Strategi social media B2B ini punya manfaat untuk menarik pelanggan baru. Konten pada tahapan TOFU harus dibuat sebermanfaat mungkin.

Menurut survey, konten tutorial y adalah konten yang menarik paling banyak perhatian. Selain itu, konten lain yang cukup efektif lainnya adalah konten edukasi berupa ebook serta infografis.

MOFU

Tahapan selanjutnya adalah MOFU. Pada tahap ini, interaksi memang akan semakin menurun. Namun mereka akan bersedia untuk tetap berinteraksi jika kita bisa meyakinkan mereka.

Konten tutorial masih bisa dipakai pada tahap ini, sebab masih menggaet banyak perhatian.

Anda juga bisa membuat konten yang berorientasi pada produk, misalnya review produk. B2B juga bisa meyakinkan pelanggannya dengan menunjukkan berbagai brand yang menjadi pelanggan mereka.

Hal ini merupakan strategi supaya audience yakin jika produk yang dijual memiliki kualitas yang baik dan telah dipercaya.

BOFU

Konten BOFU harus meyakinkan pelanggan untuk melakukan pembelian. Pada tahap ini, sebuah konten harus bisa menjawab secara spesifik pertanyaan terkait produk atau jasa yang Anda jual dan bagaimana manfaatnya untuk calon pelanggan Anda.

Untuk bisnis B2B, Anda tentu harus meyakinkan calon pelanggan bahwa produk atau jasamu akan membawa kualitas serta keuntungan bagi mereka juga.

Hal ini akan membuat calon pelanggan menjadi semakin yakin.

Berbagai konten yang menarik perhatian cukup banyak pada tahap BOFU diantaranya adalah review produk dan testimoni pelanggan. Testimoni pelanggan akan sangat meyakinkan pembeli, sebab konten ini akan menyuguhkan pengalaman belanja seseorang.

Seberapa bagus kualitas produk serta pelayanannya bisa dilihat melalui hal ini.Memantau Trend yang Berkembang Pada B2C

B2B adalah bisnis yang pelanggannya pebisnis juga. Karena itu penting untuk memantau trend yang sedang berkembang di B2C serta berbagai yang sedang hangat mereka bicarakan di social media.

Hal ini supaya bisnis B2B bisa terus mengikuti perkembangan pasar dan tidak tertinggal.

Merupakan hal yang sangat fatal jika B2B sampai tidak tahu mengenai trend yang sedang berkembang pada B2C.

Sebab, persaingan pada B2B sangat tinggi. Hal ini akan membuat B2B akan begitu mudah tergilas dan ditinggalkan.

Pastikan Kontenmu Bisa Dinikmati Dengan Mudah

 B2B

Untuk melakukan hal ini, kami perlu menghindari konten yang membosankan. Hal ini tentunya menantang, sebab beberapa produk yang dijual B2B cenderung kaku. Anda bisa mensiasatinya dengan membuat sebuah konten yang menjawab kebutuhan pelanggan.

Selain itu, kamu juga bisa membuat konten dengan design yang fun dan menyegarkan.

Kamu juga harus memastikan jika konten yang kamu sajikan mobile friendly. Di era serba digital seperti sekarang, smartphone adalah hal yang tak bisa dipisahkan dari keseharian.

Jika konten pada platform B2B tidak mobile friendly, maka kamu harus bersiap tidak mendapatkan kunjungan.

Interaksi dengan audience juga harus diperhatikan. Pastikan respon yang kamu berikan tidak seperti robot dan bisa menjawab kebutuhan dari audience Anda.

Total
0
Shares
1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts