twitter blue

Perlukah Twitter Blue Untuk Akun Brand?

Sebagai seorang kreator yang mengembangkan akun pribadi atau akun perusahaan, memiliki tanda verified di akun yang dimiliki tentunya menjadi suatu kebanggan sendiri, mengingat platform social media tidak sembarangan memberi tanda tersebut pada akun business atau brand.

Di sisi lain, pemberian tanda verified juga menguntungkan bagi sebuah perusahaan, karena menjadi indikasi keaslian sebuah akun social media, sehingga mengurangi resiko peretasan dan pemalsuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Di sisi lain, kebutuhan akan tanda verified bagi kreator atau brand juga menjadi bisnis baru bagi social media untuk menjualbelikan tanda tersebut dengan langganan berbayar setiap bulannya.

Hal ini dilakukan oleh platform Twitter yang merilis fitur Twitter blue, dimana salah satu layanannya adalah memberikan tanda verified pada akun yang bersangkutan untuk menjadi penanda keaslian sebuah akun.

Perilisan fitur ini juga menjadikan pengguna Twitter biasa berlangganan layanan tersebut untuk memudahkan dalam menggunakan Twitter serta mendapatkan penanda keaslian akun.

Namun dengan kehadiran fitur Twitter blue, mungkin akan membuat beberapa kreator bertanya-tanya, haruskah menggunakan layanan tersebut? Jawabannya adalah tergantung kebutuhan.

Mengingat terdapat beberapa faktor yang menjadi pertimbangan sebelum memutuskan berlangganan fitur Twitter blue, meskipun CEO Twitter memberikan kode bahwa ke depannya hanya akun Twitter yang memiliki centang biru yang akan muncul di halaman utama twitter.

Pemberian tempat khusus juga memungkinkan bagi akun anda untuk mendapatkan interaksi yang lebih luas serta mendapatkan perhatian khusus dari target audience yang diinginkan.

Di sisi lain, harga berlangganan twitter blue yang cukup mahal, menjadikan beberapa pebisnis berfikir ulang untuk membayar tanda tersebut.

Contohnya saja, untuk Twitter Blue sendiri, pengguna diharuskan merogoh kocek sebesar Rp. 119.984 (berdasarkan nilai kurs dollar saat artikel dirilis) yang bisa digunakan untuk individu dan brand untuk saat ini.

Tidak hanya itu, terdapat juga tanda centang emas yang bisa digunakan sebagai tanda verifikasi untuk organisasi tertentu guna memastikan keaslian dan reputasi dari akun Twitter yang dimiliki, serta dapat dibagikan ke staff yang dimiliki.

Keuntungan yang lebih banyak ini juga berpengaruh pada biaya berlangganan yang mencapai Rp 1,499,805 atau $1.000 untuk setiap akun serta Rp. 749.902 atau $50 untuk setiap akun yang diajak kerjasama.

Sementara untuk akun pemerintah akan mendapatkan tanda verifikasi khusus berwarna abu-abu, namun masih dalam proses perbincangan untuk pengadaan tanda tersebut.

Meskipun memberikan biaya berlangganan yang cukup mahal, namun Twitter juga mengakalinya dengan beberapa fasilitas yang menyertainya, misalnya anda mendapatkan kesempatan untuk mengedit tweet, sehingga memudahkan apabila terjadi kesalahan dalam penulisan dan pemberian informasi.

Selain itu, anda juga akan mendapatkan prioritas khusus untuk dilayani oleh tim Twitter apabila akun anda terdapat masalah.

Sumber : https://www.socialmediatoday.com/news/Should-You-Pay-for-a-Checkmark-on-Twitter/646505/

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *