pexels liza summer 6347538

Buyer Persona : Cara Mudah Kenali Target Konsumen

Pelajari cara membuat buyer persona untuk bisnis yang dimiliki guna menjangkau target konsumen yang sesuai.

Semasa kecil dulu, mungkin anda pernah memiliki teman imajinasi, dimana anda membuat bayangan mengenai teman yang menemani anda sekaligus karakter sempurna yang merepresentasikan keinginan anda.

Seiring dengan berjalannya waktu, teman imajinasi tersebut terasa usang dan digantikan dengan buyer persona yang biasa ditemukan saat mengembangkan sebuah bisnis atau akun sosial media.

Berbeda dengan teman imajinasi yang hanya ada di khayalan, buyer persona adalah repreentasi dari orang-orang yang ingin anda tarik untuk membeli produk anda atau menjadi pengikut akun sosial media yang anda kembangkan.

Keberadaan buyer persona sangatlah penting dalam mengetahui konsumen yang akan dituju sehingga dapat membuat strategi marketing yang sesuai keinginan calon pembeli.

Karenanya sebelum membuat rencana promosi yang tepat, maka ketahui dulu pengertian buyer persona serta cara mengembangkannya.

Apa Itu Buyer Persona?

Saat membangun sebuah bisnis atau membangun karir sebagai influencer di sosial media, tentunya anda akan dihadapakan dengan sebuah pertanyaan, “Siapa audience atau konsumen yang ingin saya tuju?”

Pertanyaan ini muncul mengingat banyaknya pengguna internet yang aktif membuka akun sosial media setiap hari, atau calon pembeli yang memiliki masalah yang sama namun belum menemukan jawabannya.

Penentuan konsumen tersebut dinamakan buyer persona, dimana pembeli membuat deskripsi lengkap mengenai seseorang yang merepresentasikan target market yang ingin dituju.

Meskipun buyer persona terlihat fiksi, namun dibutuhkan riset yang mendalam untuk menemukan konsumen yang diinginkan.

Pembuatan buyer persona ini dilakukan mengingat anda akan kesulitan dalam mengenal konsumen secara individual, sehingga akan lebih mudah dalam membuat persona yang merepresentasikan komunitas atau penggemar yang ingin dituju.

Dalam membuat tampilan buyer persona, anda juga akan memberikan nama, tempat tingga, kesukaan konsumen, serta kebiasaan yang dilakukan dalam mencari produk tertentu.

Hal ini akan membantu anda dalam memahami tujuan konsumen, masalah yang dihadapi, serta pola saat membeli suatu produk yang akan membantu anda dalam pengembangan produk.

Agar tampilan dari buyer persona menjadi lebih menarik, maka anda juga bisa menambahkan avatar sebagai identitas dari terget konsumen yang akan anda buat.

Setelah pembuatan buyer persona telah lengkap, maka anda akan lebih mudah dalam membuat pesan pemasaran yang ingin anda sampaikan ke target konsumen.

Selain itu, dengan memiliki buyer persona yang sesuai juga akan membantu anda agar kosnisten sehingga tidak merubah ciri khas yang dimiliki.

pexels liza summer 6348124

Mengapa Buyer Persona Penting?

Pembuatan yang cukup lama dan disertai dengan riset yang mendalam, mungkin akan membuat banyak orang bertanya-tanya, mengapa harus membuat buyer persona dengan detail?

Tidak hanya memberikan representasi mengenai target konsumen yang akan dituju, namun keberadaan buyer persona memiliki banyak keuntungan bagi pelaku usaha atau influencer sosial media.

Kemudahan Memahami Konsumen

Pembuatan buyer persona tentunya membantu pelaku usaha dalam memahami konsumen yang akan dituju.

Hal ini tentunya akan membantu dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan strategi promosi di sosial media atau saat berhadapan dengan konsumen secara langsung.

Salah satunya saat membuat campaign promosi tertentu, dimana anda akan memikirkan apakah target konsumen akan tertarik atau malah berpaling karena buyer persona yang kurang sesuai.

Sehingga setelah anda membuat bayangan dari buyer persona, nantinya akan memudahkan anda dalam membuat konten sosial media atau materi promosi lainnya yang sesuai dengan konsumen, serta strategi iklan yang tentunya menyasar konsumen dengan kriteria tertentu.

Di sisi lain, pembuatan strategi marketing berdasarkan buyer persona akan membantu dalam membangun hubungan yang erat dengan konsumen, serta membuat loyalitas serta kepercayaan konsumen.

Membantu Memberikan Keputusan 

Dalam mengembangkan suatu bisnis, tentunya anda akan dihadapkan dengan berbagai masalah yang membutuhkan keputusan dimana tidak hanya menguntungkan bagi sisi penjual namun pembeli setia.

Keberadaan buyer persona akan membantu dalam memahami konsumen serta calon pembeli dengan lebih baik. 

Hal ini akan membantu anda untuk membuat materi promosi yang lebih baik serta layanan konsumen yang diinginkan oleh pembeli bedasarkan kebiasaan serta kebutuhan konsumen.

Salah satu contohnya adalah anda mengetahui bahwa target konsumen anda adalah anak muda di usia sekolah, namun tentunya anda perlu memahami background pembeli serta mengetahui strategi yang membuat konsumen terikat melalui buyer persona.

Kekuatan buyer persona sendiri berasal dari riset pasar dengan tambahan wawasan melalui interaksi langsung dengan konsumen, seperti diskusi dua arah, survey, atau focus group discussion.

Dalam pengembangan bisnis atau akun sosial media, anda bisa membuat setidaknya 1-2 persona atau sebanyak-banyaknya 10-20 persona, apabila anda baru memulai sebuah usaha maka bisa dimulai dengan membuat satu tampian khusus.

Pembuatan Strategi Marketing yang Terarah

Saat melakukan promosi ke konsumen melalui media digital atau langsung, tentunya anda kurang bisa menawarkan secara langsung ke calon pembeli.

DIbutuhkan juga strategi yang tepat untuk menyasar konsumen yang diinginkan, agar produk yang anda jual cepat terjual laris manis.

Karenanya buyer persona hadir untuk membantu dalam membuat strategi marketing yang lebih terarah.

Salah satu contoh strategi marketing yang melibatkan buyer persona adalah konten social media di beberapa brand terkemuka.

Alih-alih mengunggah konten promosi berisi produk yang baru saja dirilis, sebagian besar kreator memasukkan konten edukasi di setiap postingan sosial media.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan brand awareness konsumen serta memberikan pengetahuan baru bagi pengguna sosial media yang mengunjungi akun anda.

Namun, pembuatan konten tersebut tidak hanya berisi edukasi yang selaras dengan produk, tapi menimbang beberapa aspek penting.

photo1660011600 1

Cara ini dilakukan oleh akun instagram @mamachoicesid yang membuat konten edukasi mengenai asi, dimana buyer persona dari produk ini adalah ibu-ibu yang tengah mengandung atau menyusui yang membutuhkan edukasi mengenai cara menyusui yang benar.

Pemilihan warna juga menggunakan warna kesukaan wanita sehingga memberikan ciri khas sendiri serta mudah dipahami oleh pengguna instagram yang baru mengunjungi akun instagram tersebut.

Memiliki Keunggulan dibandingkan Kompetitor lain

Banyaknya produk dan brand yang memiliki usaha yang sama, tentunya membuat pebisnis akhirnya berpikir untuk membuat brand yang dimiliki lebih unggul dibandingkan yang lainnya.

Di sisi lain, meskipun anda dan kompetitor lain memiliki produk yang sama, namun target konsumen yang dimiliki tentunya berbeda.

Hal ini dikarenakan produk yang dijual, harga yang ditawarkan, serta kemasan yang disajikan tentunya menyasar orang-orang yang berbeda.

Karenanya memiliki buyer persona sangat penting untuk membuat produk anda lebih unggul dibandingkan kompetitor lain.

Salah satu contohnya, apabila brand lain menyasar konsumen di usia remaja dan masih sekolah, maka anda bisa menyasar konsumen yang sudah bekerja serta memiliki penghasilan yang lebih banyak.

Hal ini akan membantu anda dalam melakukan persaingan dengan kompetitor lain yang memiliki konsumen yang lebih banyak.

pexels andrea piacquadio 3823488

Bagaimana Cara Membuat Buyer Persona

Dalam pembuatan buyer persona, tentunya anda akan membutuhkan banyak data yang diambil dari akun sosial media yang anda miliki, database konsumen, atau melakukan wawancara langsung dengan pembeli setia.

Berikut beberapa langkah mudah dalam membuat buyer persona serta metode pengumpulan data yang sesuai.

Lakukan Riset Audience

Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk menggali buyer persona adalah menggali audience yang akan dituju.

Dalam melakukan pengumpulan data, anda bisa meminta bantuan dari berbagai sosial media analytics yang disediakan oleh platform sosial media, seperti Tiktok Insight atau Instagram Insight.

Tidak hanya itu, anda juga bisa melakukan analisa yang mendalam melalui website social media manager, seperti Hootsuite, Keyhole.co, atau Google Analytics.

Melalui fitur tersebut, anda akan menemukan berbagai informasi penting, seperti : umur, lokasi konsumen, bahasa yang digunakan, waktu yang dihabiskan di sosial media, kebiasaan pembeli, minat, serta tantangan yang dihadapi saat membeli produk anda.

Analisa tersebut nantinya akan membantu anda dalam memahami saluran sosial media yang biasa digunakan oleh konsumen anda, contohnya akun brand fashion yang lebih banyak ditemukan di Instagram dibandingkan Tiktok atau platform lainnya.

Mengidentifikasi Keinginan Konsumen Serta Masalah yang Dihadapi

Salah satu alasan mengapa konsumen mengunjungi akun sosial media anda adalah menemukan jawaban dari masalah yang dihadapi dan bermula dari naiknya postingan sosial media anda di halaman pencarian.

Masalah tersebut bisa berupa pribadi atau bisnis, tergantung dari brand atau produk yang anda jalankan. Penyelesaian masalah juga menjadi tujuan bagi konsumen untuk melirik produk yang anda jual.

Dalam mengidentifikasi sebuah masalah, anda juga sebaiknya mengetahui masalah yang tengah dihadapi oleh pembeli potensial serta halangan saat membeli produk yang anda jual, seperti harga, lokasi yang jauh, atau tidak tersedianya varian yang diinginkan.

Dengan mengetahui masalah yang dihadapi oleh pembeli potensial maka akan membuka kesempatan bagi mereka untuk kembali membeli produk yang anda jual.

Guna pengumpulan data tersebut maka anda bisa meminta bantuan dari tim sales atau layanan konsumen untuk mengetahui masalah yang sering dihadapi konsumen yang bisa anda selesaikan melalui produk yang anda miliki.

Opsi lainnya dalam mengumpulkan data konsumen adalah melakukan strategi sosial media listening, dimana anda melihat keluhan yang disampaikan oleh pelanggan anda di kolom komentar atau pesan di akun sosial media brand.

Anda juga bisa melakukan pencarian di sosial media dengan mengetikkan nama brand anda di kolom pencarian, dalam waktu sekejap maka anda akan menemukan berbagai pendapat, keluhan, atau apresiasi dari konsumen yang bisa anda gunakan sebagai bahan evaluasi ke depannya.

Memahami Solusi yang DItawarkan

Setelah mengetahui masalah yang dihadapi konsumen serta halangan yang dihadapi, maka langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah memahami solusi yang bisa anda tawarkan ke konsumen.

Hal ini berarti anda tidak hanya memikirkan fitur yang anda miliki serta kelebihan dari produk atau brand yang anda tawarkan.

Anda bisa memulai dengan melihat kelebihan dari produk yang anda tawarkan serta mencocokkannya dengan masalah konsumen, setelah itu anda bisa menjadikan kelebihan tersebut sebagai solusi bagi pembeli.

Bangun Buyer Persona

Setelah anda mengumpulkan hasil dari analisa data dan melihat karakteristik konsumen, maka anda bisa mengelompokkan sifat-sifat tersebut ke dalam satu kelompok khusus untuk menemukan keunikan dari konsumen yang akan anda sasar.

Anda bisa memulai dengan memberikan nama bagi konsumen fiksi anda serta menambahkan pekerjaan yang dilakukan, lokasi, serta karakteristik yang dimiliki, sehingga buyer persona anda terlihat seperti konsumen asli yang bisa disentuh dan dirasakan.

Salah satu contohnya apabila anda mendefinisikan konsumen anda sebagai wanita di usia 25 tahun, memiliki karir yang mapan, namun masih hidup sendiri serta memiliki minat pada produk fashion terkini, maka berikut deskripsi buyer persona tersebut :

  • Wanita muda di usia 25 tahun
  • Hobi melakukan scrolling social media di waktu luang untuk melihat trend fashion terbaru
  • Tinggal di kota besar serta memiliki kemampuan finansial yang stabil
  • Memiliki kendaraan pribadi
  • Terkadang melakukan liburan di berbagai tempat eksotis yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, seperti : Jogja, Solo, atau Banyuwangi.
  • Mengikuti komunitas membaca 

List diatas tidak hanya berisi daftar karakteristik, namun merupakan deskripsi rinci dan spesifik mengenai seorang pelanggan potensial.

Daftar tersebut nantinya akan membantu dalam mengetahui pembeli di masa yang akan datang.

Di sisi lain, data tersebut mungkin tidak sama untuk semua orang, namun akan membantu dalam memberikan gambaran mengenai mayoritas buyer persona. 

pexels christina morillo 1181605

Strategi Wawancara Untuk Menemukan Buyer Persona

Salah satu langkah paling penting untuk menemukan buyer persona yang tepat adalah menemukan seseorang yang membicarakan produk anda secara terus menerus.

Hal ini berarti anda perlu melakukan wawancara khusus ke konsumen untuk membantu anda membawa ke target konsumen yang tepat.

Berikut beberapa strategi wawancara untuk menemukan buyer persona yang tepat :

Gunakan Konsumen Setia

Langkah paling tepat untuk menemukan buyer persona adalah menggunakan konsumen yang pernah membeli produk serta mencoba layanan konsumen yang diberikan.

Hal ini dilakukan mengingat konsumen tersebut memiliki masalah yang dapat diselesaikan dengan produk yang anda miliki.

Sehingga konsumen tersebut merupakan tempat yang sempurna untuk untuk diajak wawancara karena memiliki persona yang hampir sama dengan target konsumen yang dituju.

Sebaiknya hindari seseorang yang hanya mengetahui nama produk anda atau memilki pengalaman buruk dengan produk anda, hal ini akan mengubah hasil wawancara yang dikumpulkan.

Namun apabila anda menemukan konsumen yang merasa kurang puas dengan produk anda atau merasa produk yang anda luncurkan memiliki kekurangan, seperti sulit digunakan, maka anda bisa menggunakan hasil survei tersebut untuk mengembangkan produk yang lebih baik ke depannya.

Melakukan wawancara ke konsumen setia juga dinilai lebih murah dan mudah, karena anda tidak perlu mengeluarkan budget lebih untuk memberikan hadiah gratis setelah wawancara selesai.

Hal ini dikarenakan konsumen setia akan secara sukarela memberikan ulasan produk sehingga mereka bisa mendapatkan manfaat lebih saat membeli produk anda.

Konsumen juga lebih senang untuk memberikan ulasan yang baik bagi produk yang anda jual, sehingga saat wawancara berlangsung maka anda akan menemukan loyalitas ke brand atau produk anda dengan memberikan jawaban terbaik dalam sesi wawancara.

Pilih Target Konsumen yang Sesuai

Tidak hanya melakukan wawancara ke konsumen setia, namun anda juga bisa melakukan sesi tanya jawab ke seseorang yang belum pernah membeli atau mengetahui produk yang anda tawarkan.

Hal ini dilakukan untuk menjadikan mereka sebagai target konsumen selanjutnya yang bisa ditarik untuk mencoba membeli produk anda melalui kontak pribadi yang telah ditinggal.

Salah satu contohnya adalah anda bisa menghubungi kembali calon pembeli melalui alamat email atau telefon dengan mengirimkan pesan yang berisi produk gratis.

Calon konsumen yang tertarik mungkin anda membeli produk anda serta menggunakannya untuk selanjutnya dipertimbangkan untuk kembali membeli apabila produk sudah habis.

Gunakan Kode Referral

Siapa sih yang tidak menyukai barang gratis? Semua orang pastinya menyukai barang yang diberikan secara cuma-cuma meskipun produk tersebut belum dikenal dan anda belum pernah mencoba sebelumnya.

Penggunaan kode referal juga bisa digunakan untuk menjalin hubungan dengan orang-orang yang mungkin sesuai dengan buyer persona, hal ini dilakukan bagi anda yang belum memiliki konsumen serta masih merintis produk yang dimiliki.

Hal ini dilakukan mengingat penggemar pada minat tertentu biasanya memiliki rasa tertarik pada produk yang baru saja diluncurkan serta memilki kaitan dengan minat yang dimiliki.

Guna membagikan kode referral, anda bisa membagikannya secara gratis dengan meminta bantuan dari teman atau rekan kerja yang anda miliki untuk membagikannya ke orang lain.

Lebih bagus lagi apabila anda sudah menjadi bagian dari komunitas tersebut sehingga memiliki koneksi yang lebih luas pada calon pembeli selanjutnya.

Tidak hanya itu, anda juga bisa membagikan kode referral melalui iklan berbayar di sosial media guna menjangkau konsumen yang lebih sesuai dengan pilihan target iklan yang disediakan.

Anda juga bisa melakukan kolaborasi dengan influencers yang memiliki minat yang sama dengan produk anda sehingga potensi calon konsumen yang diincar menjadi lebih banyak.

Penggunaan halaman pencarian sosial media juga bisa anda gunakan untuk terhubung dengan konsumen yang memiliki minat yang sama dan sesuai dengan target konsumen yang diincar.

pexels christina morillo 1181712

Analisa Buyer Persona Melalui Wawancara

Dalam membangun buyer persona, anda tidak hanya mengumpulkan data melalui sosial media atau database konsumen yang dimiliki. Anda juga bisa melakukan analisa buyer persona kepada konsumen setelah melalui wawancara secara mendalam.

Strategi ini dianggap efektif karena anda bisa mengenal konsumen anda lebih dekat serta data yang dikumpulkan lebih akurat

Guna mengumpulkan data melalui wawancara maka berikut beberapa strategi yang bisa anda lakukan :

  • Masuk ke dalam database konsumen yang dimiliki, biasanya konsumen mencantumkan nomor telepon atau alamat email yang bisa dihubungi.
  • Buatlah form registrasi yang bisa diisi oleh konsumen tanpa memasukkan data pribadi, sesuaikan jumlah form dengan pembeli yang anda miliki.
  • Anda bisa membagikan form tersebut dengan mengirimkannya ke alamat email konsumen dengan iming-iming pemberian layanan atau produk gratis setelah mengisi survei tersebut.
  • Survei ini bisa dilakukan secara langsung dengan meminta konsumen yang berkunjung ke toko anda untuk mengisi beberapa pertanyaan di form tersebut.
  • Anda juga bisa melakukan kerjasama dengan website survei untuk mengirimkan form anda pada jangkauan yang lebih besar.
  • Apabila anda memiliki akun sosial media, maka anda bisa menaikkan postingan story khusus yang bisa konsumen isi di waktu ulang.
  • Pertimbangkan juga untuk meminta ulasan dari sales atau layanan pelanggan yang berhadapan langsung dengan konsumen untuk mengumpulkan keinginan dari konsumen.

Setelah proses wawancara selesai dilakukan maka anda bisa mendapatkan berbagai data mentah yang bisa diolah untuk membangun buyer persona yang sesuai.

Anda juga bisa menggunakan data tersebut untuk melakukan analisa alur dan kesamaan dari jawaban yang disampaikan oleh konsumen, dari situ anda bisa mengembangkan setidaknya satu persona untuk mendeskripsikan target konsumen yang dituju.

Sumber:

How to Create a Buyer Persona (Free Buyer/Audience Persona Template) (hootsuite.com)

Buyer Personas: The Key to Unlocking Better Marketing (cmswire.com)

What Is a Buyer Persona? Basics and Examples for 2022 | Upwork

How to Create Detailed Buyer Personas for Your Business [Free Persona Template] (hubspot.com)

Related Articles

Responses

Your email address will not be published.