sales funnel

Pengertian Sales Funnel: Kupas Tuntas untuk Bisnis Anda!

Terapkan langkah sederhana sales funnel, kunci sukses dalam berbisnis. Tarik pelanggan dengan trik Anda yang satu ini!

Sales funnel atau saluran penjualan adalah langkah pemasaran yang dilakukan oleh pelaku bisnis dalam menarik pelanggannya melalui sebuah tahapan. Tahapan yang dilakukan oleh pelanggan bisa disebut juga sebagai customer journey.

Jika bisa diilustrasikan dalam dunia nyata. Metode ini sama halnya seperti Anda melihat brosur di sebuah papan atau tembok dan akhirnya tergerak untuk melakukan pembelian melalui alamat yang sudah dicantumkan pada brosur.

purchase funnel

Pentingnya Sales Funnel dalam Dunia Bisnis

Sales funnel dapat membantu meningkatkan penjualan dalam bisnis Anda, karena dengan metode ini Anda dapat memahami apa yang dipikirkan dan dilakukan oleh calon pelanggan di setiap tahap perjalanan pembelian. Dengan mengetahui customer journey, Anda bisa lebih tahu strategi marketing yang tepat dengan membuat pesan yang lebih relevan.

Jika pesan yang Anda sampaikan tepat pada target calon pelanggan, maka target berpotensi untuk pergi ke tahap selanjutnya dengan melakukan pembelian. Tentu saja hal tersebut adalah keinginan bagi setiap pelaku bisnis.

Dalam hal ini baik bisnis dan calon pelanggan akan merasa saling diuntungkan, bisnis Anda akan banyak pembeli begitupun dengan pelanggan, mereka merasa senang karena telah menemukan produk yang dicari. Ada beberapa tahap yang bisa Anda lakukan dalam metode sales funnel ini.

sales funnel

4 Tahapan Sales Funnel yang Wajib Anda Pahami!

Setelah melihat produk Anda pastinya calon pelanggan mengalami beberapa tahapan hingga akhirnya melakukan pembelian atau bisa juga tidak. Metode ini memberikan mereka melewati berbagai tahap sales funnel yang Anda buat.

Perjalanan yang dilalui calon pelanggan melewati beberapa funnel yang akhirnya berubah dari satu prospek ke prospek lainnya. Namun pada umumnya tipe pelanggan berbeda-beda, ada yang tertarik lalu membeli ada juga yang tidak melanjutkan perjalanannya.

Inilah 4 tahap utama yang wajib Anda pahami!

Awareness (Kesadaran)

Tahapan pertama dari sales funnel disebut dengan “awareness” dimana pada tahapan ini calon pelanggan mulai menyadari keberadaan dari bisnis Anda. Mereka melihat bisnis Anda bisa melalui berbagai macam platform.

Hal tersebut tergantung di platform mana Anda mempromosikannya, entah itu melalui halaman pencarian Google, iklan, media sosial atau bahkan artikel yang mengarahkan calon pelanggan pada bisnis Anda.

Tahapan awareness merupakan awal yang krusial, jika bukan Anda yang mempromosikannya maka sampai kapanpun bisnis Anda tidak akan dikenal dan di dengar orang-orang.

Interest (Ketertarikan)

Setelah mereka sadar akan bisnis Anda, hal selanjutnya yaitu tergantung pada calon pelanggan dan apa yang akan mereka putuskan. Apakah calon pelanggan minat dengan produk Anda atau bahkan tidak.

Mereka akan mengevaluasi dengan melakukan perbandingan, melihat keuntungan, keunikan dan apakah benar-benar bermanfaat untuknya. Pada tahapan ini, kualitas produk Anda dipertimbangkan.

Maka dari itu sebaiknya sebelum benar-benar dilihat oleh calon pelanggan, berikan tampilan dan spesifikasi yang baik agar calon pelanggan melakukan perjalanan ke tahap selanjutnya.

Decision (Keputusan)

Ketika calon pelanggan sudah merasa tertarik dengan produk Anda. Mereka akan memutuskan dengan memilih produk-produk yang ada. Pada tahap ini mereka mulai memilih dengan membandingkan opsi satu atau opsi dua.

Misalnya mereka lebih memilih opsi dua karena terdapat spesifikasi atau harga yang menurutnya cocok untuk digunakan. Keputusan yang mereka pertimbangkan bisa berupa harga yang lebih murah, warna, atau produk bonus yang tersedia.

Pada tahapan ini Anda juga bisa melihat, kalau opsi 2 lebih mudah terjual dibandingkan opsi 1. Maka dari itu kedepannya Anda bisa lebih aware dengan opsi 1 untuk  memberikan ide lebih baik.

Action (tindakan)

Tahap terakhir yang dilakukan oleh calon pelanggan adalah melakukan pembayaran pada produk Anda. Artinya mereka benar-benar membutuhkan atau menginginkan produk Anda.

Pelanggan memutuskan pembayaran karena menurutnya produk Anda lebih baik dari brand lain. Lebih baik disini bukan berarti hanya dari kualitas saja, namun bisa dari sisi harga, kedekatan domisili atau pilihan produk yang menarik.

Ingat, pekerjaan Anda bukan hanya sampai disini saja. Jika Anda ingin pelanggan melakukan pembelian berulang-ulang, hal yang harus Anda lakukan adalah dengan melakukan metode pemasaran seperti melalui email marketing, atau bisa juga dengan menawarkan penawaran-penawaran spesial.

Bagaimana Cara Penerapan Sales Funnel Untuk Bisnis?

Setelah memahami tahapan-tahapan calon pelanggan dalam melakukan perjalanan sales funnel. Saatnya untuk mengetahui bagaimana cara ampuh sales funnel berjalan secara efektif.

Pertama-tama Anda membutuhkan prospek yang bisa bergerak melalui funnel. Setelah Anda memiliki prospeknya, Anda bisa melacak perilaku dan keterlibatan dengan mengidentifikasi dimana mereka berada dalam funnel.

Langkah pertama yaitu dengan membuat landing page. Jika bisnis Anda menggunakan landing page ada kemungkinan besar mereka akan melakukan tindakan seperti mengklik iklan, mengunduh ebook sampai melakukan pendaftaran agar bisa login.

Pada halaman tersebut Anda harus membuat identitas bisnis selengkap mungkin seperti apa bisnis Anda, keuntungan dan manfaat produk Anda, dan lainnya. Pastikan landing page memiliki formulir sebagai prospek untuk memasukkan informasi calon pelanggan.

Langkah kedua yaitu dengan mencantumkan sesuatu yang bernilai pada landing page. Anda bisa mencantumkan ebook, whitepaper atau kolom review dari pelanggan sebelumnya yang sudah pernah melakukan pembelian dari produk Anda.

Langkah ketiga Anda harus mulai bergerak dengan melakukan penawaran-penawaran produk, yaitu dengan cara mengirim promosi melalui email yang didapatkan melalui prospek sebelumnya. Bagikan berbagai konten menarik atau penawaran diskon yang memungkinkan calon pelanggan tertarik membeli produk Anda.

Langkah keempat jika calon pelanggan sudah mulai tertarik dengan membuka isi email marketing Anda. Mereka akan pergi mengunjungi laman yang dicantumkan dan mendorongnya ke arah keputusan pembelian. Hal tersebut bisa mencakup uji coba gratis, diskon, atau penawaran khusus.

Langkah terakhir yaitu dengan menerapkan cara “keep it going” jika calon pelanggan tidak tertarik, tetaplah jaga komunikasi dengan menawarkan produk-produk terbaru lainnya. Jangan lupa juga untuk fokus terhadap calon pelanggan pada prospek sebelumnya.

5 Alasan Calon Pelanggan Kabur, Ketahui Penyebabnya!

Sayang sekali, dalam sudut pandang calon pelanggan tindakan sales sering dicap buruk karena terlalu persuasif, mengganggu atau cold calling. Namun dari sisi bisnis tindakan sales marketing adalah bentuk perjuangan untuk mendapatkan pelanggan.

Perlu diketahui juga, zaman sekarang kegiatan marketing harus menggunakan strategi seperti sales funnel agar pandangan calon pelanggan tidak lagi merasa “dipaksa” untuk membeli. Saat ini usaha bisnis lebih berfokus untuk menciptakan kepercayaan dibandingkan mempersuasi orang untuk membelinya.

Inilah alasan calon pelanggan kabur karena tindakan Anda!

cold calling

Cold Calling yang Terlalu Sering

Cold calling adalah metode pemasaran dengan langsung menghubungi calon pelanggan dan menawarkan produk andalannya. Cara ini bisa dilakukan melalui telepon atau email marketing.

Jika metode pemasaran sales funnel ini dilakukan secara sering, maka pelanggan akan merasa bahwa dirinya terancam. Coba Anda bayangkan jika berada di posisi pelanggan, menerima telepon setiap waktu atau menerima email setiap hari bahkan sampai memenuhi pesan masuk.

Tindakan tersebut akan membuat calon pelanggan risih, bukannya tertarik mereka memilih untuk memblokir kontak atau email Anda. Ada baiknya untuk mempromosikan melalui email marketing paling tidak 2 minggu sekali agar mereka lebih memperhatikan produk Anda.

Tindak Lanjut yang Gagal

Gagalnya strategi tindak lanjut dalam mempengaruhi calon pelanggan merupakan hal yang buruk. Kemungkinan hal tersebut karena kurangnya informasi yang diberikan, seperti tidak dicantumkan link pada email marketing atau informasi yang setengah-setengah.

Hal tersebut membuat calon pelanggan mengabaikan pesan email. Mereka menyukai sesuatu yang to the point. Maka berikanlah copywriting yang menarik dengan penjelasan singkat dan jangan lupa untuk mencantumkan link yang dituju untuk melakukan pembelian.

terlalu lambat

Terlalu Lambat

Melakukan strategi pemasaran tidaklah mudah, tapi dengan adanya sales funnel ini setidaknya Anda bisa mengetahui perilaku calon pelanggan dengan melihat data dari prospek yang telah ada.

Namun jika tindakan Anda terlalu lambat dalam merespon customer journey, tanpa sadar mereka akan cepat melupakan produk Anda. Maka dari itu diperlukan adanya perencanaan dan penjadwalan konten yang nantinya akan disebarkan melalui email marketing.

tidak terbuka

Tidak Terbuka Soal Produk

Memang tidak semua informasi perlu Anda cantumkan ke calon pelanggan. Namun, jika produk Anda di deskripsikan terlalu singkat dan tidak objektif maka kemungkinan calon pelanggan akan kabur disebabkan informasi yang kurang jelas.

Sebaiknya berikan informasi yang mendukung agar mereka bisa mempertimbangkan dengan mengetahui apa keuntungan dan kekurangan dari produk Anda. Jangan sampai mereka melirik toko lain yang informasinya lebih jelas.

Sulit Dihubungi

Sulit dihubungi adalah kesalahan yang paling besar, calon pelanggan akan merasa bahwa dirinya digantung. Dengan begitu mereka lebih memilih berbelanja di toko lain, amat sangat disayangkan bukan?

Semua akan percuma jika produk Anda bagus namun pelayanan nya tidak sesuai dengan kualitas produk. Usahakan untuk selalu konsisten ketika sedang berbisnis, jangan sampai kejadian kaburnya pelanggan terulang kembali.

Tips Efektif untuk Setiap Tahap Sales Funnel

Ada beberapa tips yang mungkin belum Anda ketahui. Bagaimana cara metode sales funnel akan menarik banyak audiens disetiap platformnya. Anda bisa menggunakan taktik yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Diantaranya yaitu menggunakan iklan video untuk membangkitkan awareness. Tampilan visual gambar dan audio ini dinilai sangat efektif untuk menarik perhatian calon pelanggan. Pasalnya, tidak hanya sepertiga dari semua aktivitas online dihabiskan untuk menonton video, dengan menampilkan video maka akan menghasilkan keterlibatan yang lebih tinggi.

Ketika Anda sudah mengetahui perilaku calon pelanggan. Anda bisa langsung membuatnya di platform tersebut, misalnya calon pelanggan Anda banyak yang datang dari facebook. Maka Anda bisa mempromosikannya melalui Facebook. Jangan lupa berikan video semenarik mungkin dengan tidak bertele-tele dan memakai copywriting yang menarik.

Taktik selanjutnya yaitu dengan cara memanfaatkan keterlibatan personalisasi untuk dijadikan konten. Misalnya, bisnis Anda merupakan produk kecantikan yang mana berhubungan dengan kulit wajah. Anda bisa memberikan konten seperti tips, cara menggunakan dan hal lainya yang berkaitan dengan kecantikan.

Berikan konten yang informatif dan berwawasan. Gunakan juga kalimat yang efektif dan hindari penggunaan kata yang tidak awam. Jika kata-kata tersebut tidak ramah didengar, berikanlah penjelasan seobjektif mungkin agar pesan sampai ke audiens.

Taktik terakhir yaitu dengan mengidentifikasi segmen terbaik Anda. Ada alat digital marketing yang mungkin bisa Anda gunakan untuk mengidentifikasi pola perilaku calon pelanggan, seperti pelanggan yang berharga dan siapa pelanggan yang ragu-ragu.

Beberapa pelanggan mungkin akan membeli namun mereka hanya perlu sedikit dorongan dari Anda. Selain itu, jika Anda ingin mengeluarkan sedikit dana, Anda bisa beriklan melalui platform yang Anda gunakan. Sehingga iklan Anda akan muncul pada audiens yang mempunyai minat pada produk Anda.

strategy

Tahapan Strategi Sales Funnel | Tofu, Mofu, dan Bofu

Perlu Anda ketahui bahwa pemanfaatan sales funnel ini berbeda sesuai dengan bisnis yang Anda kelola. Secara umum ada 3 tahapan penerapan sales funnel, yaitu tofu atau bagian atas, mofu atau bagian tengah dan bofu atau bagian bawah.

Dengan terbaginya strategi sales funnel, tentu saja penerapannya pun berbeda. Berikut ini 3 tahapan pemanfaatan strategi sales funnel!

Tofu (Top of The Funnel)

Pada bagian atas terdapat tipe calon pelanggan yang ingin membeli sesuatu, namun belum mengetahui nama bisnis Anda. Hal yang dilakukan pembeli pada fase ini adalah mencari produk yang mereka inginkan. Rasa keinginan tersebut bisa dipacu oleh kebutuhan atau melihat sesuatu di TV atau online.

Calon pelanggan akan mencari produk dengan melalui berbagai platform, seperti di media sosial maupun pencarian Google. Maka peran Anda selama fase ini adalah menyediakan konten yang mendidik atau menghibur sesuai yang diinginkan oleh pengunjung Anda.

Dengan membuat konten tersebut, Anda dapat memperkenalkan produk sebagai solusi yang memungkinkan calon pelanggan membeli produk Anda.

Strategi pemanfaatan sales funnel untuk bisnis Anda:

  • Gunakan brand of voice sesuai dengan target produk, hal ini akan meraih perhatian calon pelanggan potensial.
  • Berikan copywriting yang menarik dan ciptakan kesan yang positif
  • Update media sosial, infografik, foto, blog, dan lain-lain.

Mofu (Middle of Funnel)

Calon pelanggan mofu mulai memahami bisnis Anda dan mulai mengevaluasi bisnis Anda dalam memilih satu opsi yang memungkinkan. Namun pada fase ini juga, calon pelanggan masih membandingkan produk bisnis Anda dengan yang lain.

Dibandingkan dengan tofu, tipe calon pelanggan mofu lebih berpotensi untuk membeli produk Anda. Mereka menyadari bahwa produk Anda adalah solusi dari keinginannya. Lalu, untuk lebih mengetahui lebih dalam mereka mempelajari lebih lanjut tentang produk Anda.

Selama tahap mofu, Anda harus memberikan calon pelanggan informasi sebanyak mungkin agar mereka tidak ragu untuk membelinya. Sangat disayangkan jika calon pelanggan Anda malah beralih pada brand lain. Tahap ini juga menentukan untuk bergerak ke tahap selanjutnya.

 Strategi pemanfaatan sales funnel untuk bisnis Anda:

  • Maksimalkan isi konten dengan menjelaskan solusi yang dapat mengatasi permasalahan calon pelanggan.
  • Berikan konten yang beragam seperti ebook, template, guide, slide show, dan lain-lain

Bofu (bottom of the funnel)

Tahap bofu adalah tahap terakhir dari fase calon pelanggan, Anda harus mengetahui bagaimana caranya usaha yang Anda lakukan pada tahap tofu dan mofu dapat meningkatkan minat calon pelanggan.

Tujuan yang harus Anda capai di bofu adalah dengan menjaga calon pelanggan agar tidak kabur. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memiliki alamat emailnya, meningkatkan jumlah pelanggan agar kembali dan meningkatkan frekuensi pembeli.

Strategi pemanfaatan sales funnel untuk bisnis Anda:

  • Memberikan fasilitas demo atau free trial
  • Testimoni dari pelanggan sebelumnya
  • Webinar atau mengadakan event

Dapat disimpulkan bahwa sales funnel merupakan strategi marketing yang sangat penting bagi bisnis Anda. Cara ini dinilai sangat efektif untuk meningkatkan penjualan melalui data yang diambil dari perilaku calon pelanggan.

Gunakan metode ini pada bisnis Anda sekarang juga!

Related Articles

Responses

Your email address will not be published.