riset pemasaran

Riset Pemasaran: Pengertian, Langkah, dan Metode

Penjelasan tentang riset pemasaran meliputi pengertian, langkah, metode, dan pendekatan, akan kami bahas pada artikel ini. Yuk baca lebih lanjut!

Riset pemasaran atau marketing research adalah kegiatan penelitian di bidang pemasaran yang sistematis mulai dari latar belakang sampai kesimpulan. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dan mencari solusi dari permasalahan tersebut.

Hasil riset pemasaran dapat digunakan dalam menyusun strategi ke depan sehingga peluang keberhasilan semakin besar.

riset pemasaran

Proses Riset Pemasaran yang Kompleks

Proses riset pemasaran adalah serangkaian kegiatan atau tahap yang dilakukan untuk melakukan penelitian. Proses marketing research adalah sebagai berikut.

Menentukan Masalah

Pada tahap ini, Anda harus menentukan masalah yang akan diriset berdasarkan latar belakang yang sesuai, menentukan tujuan penelitian, menambahkan informasi yang diperlukan.

Masalah pada latar belakang bisa didapatkan dari wawancara, industry expert, analisis data sekunder, maupun observasi.

Masalah muncul saat harapan yang ideal tidak sesuai dengan realita yang terjadi. Tujuan penulisan latar belakang adalah untuk menjelaskan tentang sebuah permasalahan yang diteliti dan alasan permasalahan dalam penelitian tersebut harus diteliti. 

Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat, padat, dan jelas. Sementara itu, rumusan tujuan penelitian hendaknya selaras dengan rumusan masalah.

Membuat Kerangka Teori

Sebelum sampai ke kerangka teori, Anda perlu membuat tinjauan pustaka tentang variabel-variabel apa saja yang akan diteliti. Selain itu, dibuat juga hipotesis penelitian hingga sampai pada kerangka teori.

Formulasi Desain Riset

Formulasi desain riset atau metode penelitian adalah langkah-langkah dalam melakukan penelitian. Pada tahap ini Anda merancang pelaksanaan penelitian. Di dalamnya termuat metode pengumpulan data, cara menguji hipotesis, sampai cara menganalisis data.

Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut.

  • Analisis data sekunder
  • Penelitian kualitatif
  • Metode pengumpulan data kuantitatif (survei, observasi, dokumentasi)
  • Definisi yang dibutuhkan
  • Cara pengukuran
  • Desain kuesioner
  • Ukuran sampel dan proses pengambilan sampel
  • Rencana analisis data

Kegiatan Lapangan dan Pengumpulan Data

Dalam proses pengumpulan data, data yang digunakan bisa data primer maupun data sekunder. Pengumpulan data primer bisa dilakukan dengan wawancara sedangkan pengumpulan data sekunder bisa dilakukan dengan cara mengambil sumber dari perpustakaan, publikasi, majalah, dan lain sebagainya.

Analisis Data

Hasil kuesioner dan hasil observasi diketik agar dapat dijadikan laporan dan mempermudah proses perhitungan. Kemudian dilakukan pengecekan apakah data sudah benar atau belum. Kemudian data dianalisis.

Pembuatan Laporan dan Presentasi

Penelitian yang dilakukan selanjutnya dijadikan sebuah laporan yang siap untuk dipresentasikan. Laporan hasil penelitian disusun secara sistematis dan teratur sesuai struktur laporan yang baik.

Presentasi laporan akan semakin menarik jika dalam laporan tersebut ditambahkan tabel, grafik, maupun gambar sehingga laporan riset pemasaran dapat dipahami secara jelas.

macam macam

Macam-Macam Desain Penelitian untuk Riset Pemasaran

Seperti yang telah kami bahas di atas tadi, desain penelitian dalam marketing research adalah hal yang vital. Desain penelitian ada banyak jenisnya, tergantung penelitian seperti apa yang hendak Anda lakukan.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini.

exploration

Penelitian Eksplorasi

Tujuan penelitian eksplorasi adalah untuk memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih jelas tentang kasus yang sedang dihadapi oleh peneliti. Penelitian eksplorasi lebih fleksibel, sampelnya kecil, serta menggunaan data kualitatif.

Penelitian ini akan mengupas masalah sampai ke akarnya. Tujuan dari penelitian eksplorasi adalah sebagai berikut.

  • Merumuskan masalah
  • Mengidentifikasi tindakan yang tepat
  • Mengembangkan hipotesis
  • Mengembangkan wawasan terkait masalah
conclusion

Penelitian Konklusif

Setelah peneliti melalukan penelitian eksplorasi, peneliti akan mendapatkan hipotesis apa yang akan diteliti kebenarannya. Karena itu, setelah melakukan penelitian eksplorasi, baiknya dilanjutkan ke penelitian konklusif.

Penelitian konklusif menggunakan data kuantitatif serta bertujuan menguji hipotesis. Jumlah sampelnya relatif banyak dan mewakili populasi sehingga dapat digunakan manajemen untuk mengambil keputusan.

Penelitian konklusif dibagi 2, yakni penelitian deskriptif dan penelitian eksperimen.

deskriptif

Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, maupun kejadian yang terjadi sekarang ini.

Pada penelitian deskriptif, peneliti hanya memberikan deskripsi pada kejadian atau peristiwa tanpa memberikan perlakuan khusus pada kejadian atau peristiwa tersebut. Variabel yang diteliti bisa tunggal atau jamak.

Tujuan Penelitian Deskriptif
  • Untuk menggambarkan karakteristik dari kelompok-kelompok yang sedang diteliti.
  • Untuk mengembangkan persentase pada sampel tertentu dan sampel tersebut dapat mewakili populasi.
  • Untuk menentukan persepsi karakteristik produk.
  • Untuk menelaah sejauh mana variabel pemasaran saling terkait.
  • Untuk membuat prediksi spesifik.
Contoh Penelitian Deskriptif
  • Studi periklanan, yakni kebiasaan konsumen dalam mengonsumsi iklan/promosi baik dari media sosial, media elektronik, maupun media cetak.
  • Studi harga, yakni rentang harga yang mampu dijangkau konsumen jika produk mengalami perubahan harga.
  • Distribusi penelitian, yakni menentukan efektivitas lokasi distributor dan kebutuhan pasar.
  • Studi penggunaan produk, yakni menggambarkan pola konsumsi konsumen.
  • Studi citra, yakni penilaian konsumen terhadap produk-produk yang dihasilkan perusahaan.
  • Studi penjualan, yakni menggambarkan penjualan produk menurut kawasan geografis, jenis produk, dan ukuran produk.
  • Pasar berbagi penelitian, yakni menentukan proporsi jumlah produk perusahaan dan produk pesaing.
  • Studi pasar, yakni menjelaskan tentang ukuran pasar, daya beli konsumen, profil konsumen, dan pesebaran distributor.
Langkah-langkah Penelitian Deskriptif
  • Perumusan masalah, yaitu pengajuan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya dicari menggunakan data dari lapangan.
  • Menentukan jenis informasi yang diperlukan, yaitu menentukan informasi kuantitatif atau informasi kualitatif yang akan digunakan.
  • Menentukan prosedur pengumpulan data, yaitu menentukan dari mana sampel akan diperoleh. Peneliti akan memerlukan instrumen dan sumber data. Alat pengumpulan data yang digunakan antara lain wawancara, observasi, dan kuesioner.
  • Menentukan prosedur pengolahan informasi atau data, yaitu menganalisis data agar dapat menjawab rumusan masalah sehingga dapat ditarik kesimpulan.

Penelitian deskriptif pada marketing research dibagi dua, yaitu cross sectional design dan longitudinal design.

Cross Sectional Design

Cross sectional design adalah metode pengumpulan informasi yang dilakukan pada waktu tertentu. Cross sectional design lebih sering digunakan peneliti karena waktunya relatif singkat dan biayanya relatif murah.

Metode ini mampu menjelaskan hubungan dan keterkaitan antar variabel, menguji hipotesis, serta mengetahui perbedaan kelompok pada waktu tertentu.

Namun, cross sectional design tidak dapat menjelaskan tentang perubahan kelompok serta perubahan yang terjadi pada variabel di waktu yang berbeda. Desain ini terdiri dari single cross-sectional design dan multiple cross-sectional design.

Single cross-sectional design digunakan jika peneliti hanya mengambil satu sampel dari populasi dan multiple cross-sectional design digunakan jika peneliti mengambil dua atau lebih sampel dari populasi.

Dalam proses marketing research, Anda dapat mengambil satu sampel atau banyak sampel dari populasi, tergantung fokus penelitian Anda.

Misalnya, peneliti hanya ingin mengambil sampel di Kecamatan A dan hanya ingin menguji apakah Kecamatan A menyukai produk perusahaannya atau tidak, maka peneliti dapat memakai single cross-sectional design. 

Namun jika peneliti ingin membandingkan Kecamatan A atau Kecamatan B mengenai kesukaan konsumen terhadap produk, tingkat penjualan produk pada kecamatan tersebut.

Bahkan jika peneliti ingin menggali lebih dalam tentang konsumen di Kecamatan A maupun Kecamatan B, peneliti dapat menggunakan mulitple cross sectional design.

Longitudinal Design

Longitudinal design adalah metode yang digunakan untuk menganalisis perubahan dari periode ke periode lainnya. Longitudinal design bermanfaat jika Anda adalah produsen pada produk yang laku keras pada waktu-waktu tertentu.

Misalkan Anda seorang pengusaha jas hujan, Anda dapat menggunakan metode ini untuk mengetahui penjualan jas hujan selama musim kemarau dan musim penghujan serta dapat mengambil keputusan seberapa banyak jas hujan yang akan dibuat selama dua musim tersebut.

Cara melakukan longitudinal design adalah sebagai berikut.

  • Data dikumpulkan pada dua atau lebih periode pada waktu tertentu. Pengambilan sampel ini relatif lama karena diambil dalam waktu yang berbeda.
  • Subjek atau kasus dianalisis dan dibandingkan sehingga diperoleh perbedaan dari satu periode ke periode lainnya.
  • Analisis menggunakan perbandingan data di periode yang sama atau pada periode yang berbeda.

Metode longitudinal biasanya lebih kompleks, membutuhkan waktu yang lama, serta membutuhkan biaya yang relatif lebih besar. Namun metode ini dinilai dapat menggambarkan subjek penelitian pada periode yang berbeda.

experiment

Penelitian Eksperimen

Penelitian eksperimen atau biasa disebut penelitian kausal adalah penelitian yang di dalamnya mengandung fenomena sebab akibat. Penelitian eksperimen biasanya menggunakan pendekatan kuantitatif.

Dalam metode eksperimen, peneliti membagi objek atau subjek dalam 2 kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang diberi perlakuan khusus oleh peneliti sementara kelompok kontrol adalah kelompok yang tidak diberi perlakuan oleh peneliti.

Peneliti juga melakukan tiga kegiatan yakni kegiatan mengontrol, memanipulasi, dan observasi.  Jika  dijabarkan, maka penjelasan tiga kegiatan tersebut adalah sebagai berikut.

Kegiatan Mengontrol

Mengontrol variabel yaitu mengendalikan kondisi-kondisi variabel ketika penelitian berlangsung. Peneliti sudah menyiapkan perlakuan-perlakuan apa saja yang akan diberikan kepada subjek maupun objek.

Kegiatan Memanipulasi

Memanipulasi/mengubah secara sistematis keadaan tertentu. Bisa dibilang, peneliti akan mengubah kelompok sesuai kehendaknya atau sesuai fokus penelitiannya.

Misalkan peneliti dalam riset pemasaran ingin menguji apakah penggunaan cream malam dapat benar-benar mencerahkan wajah, maka subjek akan dimanipulasi oleh peneliti.

Manipulasi di sini artinya subjek yang biasanya tidak menggunakan cream malam akan menggunakan cream malam setiap hari untuk dilihat hasilnya oleh peneliti.

Kegiatan Observasi

Kegiatan observasi yaitu mengamati dan mengukur subjek atau objek yang telah dimanipulasi.

Seperti contoh sebelumnya, maka subjek yang memakai cream malam tersebut diamati perubahan wajahnya dan diukur berapa lama subjek terlihat perubahan warna kulitnya, misal dalam waktu satu pekan wajah subjek sudah lebih putih dengan cream malam tersebut.

Cara Menyusun Penelitian Eksperimen
  • Menentukan latar belakang dari masalah yang hendak diteliti.
  • Mengidentifikasi permasalahan.
  • Melakukan studi literatur yang relevan, membuat hipotesis penelitian, serta menentukan definisi variabel.
  • Menyusun rencana penelitian yang mencakup identifikasi variabel, menentukan cara mengontrol variabel, memilih desain eksperimen yang tepat, menentukan populasi dan memilih sampel penelitian, membagi subjek ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, membuat instrumen yang sesuai, menentukan prosedur pengumpulan data dan menemukan hipotesis.
  • Melakukan kegiatan eksperimen (memberi perlakuan pada kelompok eksperimen).
  • Mengumpulkan data hasil eksperimen.
  • Mengelompokkan dan mendeskripsikan data setiap variabel.
  • Melakukan analisis data dengan teknik statistika yang sesuai. Teknik statistika yang digunakan disesuaikan dengan banyak sampel dan jumlah sampel pada masing-masing sampel serta disesuaikan dengan rumusan masalah.
  • Membuat laporan penelitian eksperimen.

Dalam penelitian eksperimen, peneliti harus menyusun minimal satu hipotesis yang berisi keterkaitan antar variabel.  Variabel babas dan variabel terikat harus sudah ditentukan oleh peneliti sejak awal.

pendekatan

Macam-Macam Pendekatan Penelitian

Pada penelitian secara umum maupun pada riset pemasaran, dua pendekatan ini sering digunakan, yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif

Pendekatan Kualitatif

Pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang menghasilkan temuan-temuan  yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan statistik data.

Alasan Penggunaan Pendekatan Kualitatif

  • Masalah penelitian belum jelas. Artinya perlu pendalaman masalah lebih lanjut. Jika masalah penelitian belum jelas, maka peneliti tidak dapat menyusun hipotesis.
  • Peneliti ingin menggali lebih dalam serta mendalami mengenai data yang didapatkan.
  • Peneliti ingin memahami interaksi sosial. Data yang didapatkan peneliti belum dapat menggambarkan interaksi sosial maka perlu adanya pendalaman oleh penelitian.
  • Peneliti ingin memastikan kebenaran data. Jika peneliti ingin memastikan data yang didapat sudah benar serta mendapatkan penjelasan langsung dari subjeknya, maka peneliti dapat melakukan pendekatan kualitatif ini.
  • Peneliti ingin mengetahui sejarah dan perkembangan suatu individu, kelompok, maupun lembaga.

Langkah-langkah Pendekatan Kualitatif

  • Mengidentifikasi masalah. Temukan masalah apa yang akan diteliti. Masalah biasanya terjadi karena ada suatu harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan.
  • Menentukan batasan masalah. Batasan masalah pada penelitian kualitatif tidak kaku dan ketat. Penelitian ini akan berhenti jika datanya sudah jenuh atau peneliti sudah mendapatkan semua informasi dan tidak mendapatkan informasi yang baru.
  • Menentukan fokus penelitian. Pada penelitian kualitatif, fokus penelitian dapat berubah seiring informasi yang didapat.
  • Pengumpulan data. Data dapat diambil dari kegiatan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
  • Pengolahan dan analisis data. Hal ini dilakukan semenjak peneliti masuk ke lapangan.
  • Pemunculan teori. Teori pada penelitian kualitatif berfungsi untuk mencapai tujuan penelitian.
  • Membuat laporan hasil penelitian. Hasil penelitian ini akan diserahkan ke manajemen agar dapat diambil keputusan untuk perusahaan.

Pendekatan Kuantitatif

Pendekatan kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan angka dan data untuk dapat menjawab suatu masalah.

Alasan Penggunaan Pendekatan Kuantitatif

  • Masalah yang akan diteliti sudah jelas.
  • Peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi.
  • Peneliti ingin mengetahui sejauh mana pengaruh perlakuan terhadap objek atau subjek tertentu.
  • Peneliti berencana menguji hipotesis penelitian. Misalnya peneliti ingin menguji hubungan musim penghujan dengan pembelian produk.
  • Peneliti ingin mendapatkan data yang akurat. Misalnya peneliti ingin mengetahui jenjang sekolah konsumen yang biasa membeli produknya. Maka dengan menyebarkan angket, peneliti akan mendapatkan data yang akurat dari konsumen.
  • Peneliti ingin menguji respon konsumen pada produknya. Misalnya, peneliti ingin mengetahui produk mana yang disukai oleh konsumen. Riset Pemasaran sangat penting bagi kebutuhan perusahaan.
    Karena dapat membantu manajemen dalam mengambil keputusan. Selain itu, riset pemasaran juga membantu perusahaan mengetahui seberapa besar pengaruh dan kualitas brand perusahaan yang ada pada pasar dan mengetahui tanggapan konsumen mengenai produk dan jasa dari perusahaan.
final pict

Itulah berbagai hal terkait riset pemasaran yang perlu Anda ketahui. Jika Anda butuh informasi lain terkait marketing lainnya, pastikan untuk membaca laman kami, ya. Kami menyediakan beragam informasi yang sangat menarik untuk Anda.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published.