6 strategi dan peluang di bisnis konveksi

Strategi dan Peluang Bisnis Konveksi Bagi Pemula

Berkembangnya bisnis kaos dan pesatnya kemajuan trend fashion saat ini menjadikan banyak industri yang berkaitan juga ikut berkembang, salah satunya adalah bisnis konveksi.

Bisnis ini menjadi sangat menjanjikan mengingat banyaknya orang atau kelompok yang membutuhkan hasil dari konveksi seperti kaos ataupun topi dalam jumlah besar di setiap acara kumpul organisasi.

Tidak hanya itu, banyak pabrik atau perusahaan yang selalu memesan seragam pegawai dalam jumlah banyak setiap tahunnya. Hal ini tentunya juga memberikan hasil yang lumayan bagi penjual apabila terus menjadi langganan setiap tahunnya. 

Selain itu, hasil dari bisnis konveksi ini biasanya didistribusikan ke berbagai industri pakaian besar untuk dikelola kembali atau dijual dalam jumlah besar ke supplier yang sudah menjadi pelanggan.

Dengan begitu, terlihat bahwa permintaan berbagai produk bisnis konveksi termasuk besar, ditambah lagi banyaknya penduduk Indonesia yang selalu membutuhkan ketersediaan pakaian atau pun berbagai produk konveksi lainnya.

Hal ini menjadukan bisnis konveksi menyebar sangat cepat, tidak hanya di kota-kota besar namun masyarakat di desa kecil pun menggantungkan penghasilannya dari bisnis ini yang bahkan bisa di ekspor ke kota atau pulau lain.

Hasil yang di dapatkan dari bisnis konveksi pun tidak main-main bahkan bisa sampai ratusan juta apabila penjual sudah menemukan konsumen yang tepat dan juga selalu mendapatkan pesanan dalam jumlah besar.

Berbagai pilihan produk yang bisa dibuat oleh bisnis konveksi dan keuntungan yang di dapatkan tentu bisa membuat anda tergiur untuk memulai usaha di bidang ini. Karenanya ketahui dulu beberapa strategi dan peluang di Bisnis Konveksi.

peluang di bisnis konveksi

Peluang di Bisnis Konveksi

Banyaknya penduduk di Indonesia tentu saja diiringi dengan permintaan besar di bidang sandang, salah satunya adalah berbagai jenis pakaian baik dari baju sampai celana.

Tidak hanya itu, dalam berbagai kegiatan tertentu, biasanya sebuah organisasi juga menyiapkan berbagai aksesoris tambahan seperti topi ataupun kaos yang biasanya digunakan sebagai kenang-kenangan atau identitas bagi anggota yang datang.

Hal ini tentu saja menjadi keuntungan besar apabila dibarengi kemampuan penjual dalam melihat trend fashion bagi bisnis konveksi ke depannya.

Berbagai keuntungan dan juga peluang besar yang bisa ditangkap dari pelaku industri fashion ini menjadikan bisnis konveksi layak untuk dijadikan pertimbangan dalam memulai bisnis.

Berikut beberapa keuntungan serta peluang dari adanya bisnis konveksi.

Permintaan yang Tinggi Untuk Berbagai Kegiatan

Dalam setiap evet komunitas atau pun kegiatan tahunan yang diadakan komunitas atau perusahaan tertentu, memiliki baju atau atribut yang kembar menjadi kewajiban yang harus dipenuhi. Hal ini dilakukan sebagai identitas ataupun agar hasil kamera terlihat bagus di foto.

Kegiatan rutin yang selalu diadakan setiap tahunya ini tentunya menjadi keuntungan bagi pengusaha yang bergerak di bisnis konveksi. Ditambah lagi biasanya mereka menerima lebih dari 30 pesanan tergantung dari perusahaan mana yang memesan.

Bayangkan saja jika seorang pebisnis konveksi mendapatkan 10 pesanan di akhir bulan dengan pertimbangan satu pesanan terdiri dari 30 baju dan berlangsung setiap tahun. Pastilah keuntungan besar sudah terbayang di depan mata.

Ditambah lagi sebagian besar pabrik atau perusahaan mewajibkan karyawannya untuk menggunakan seragam tertentu pada hari yang ditentukan. Hal ini tentu saja akan menguntungkan bagi para pengusaha yang bergerak di bidang konveksi.

Selain itu, beberapa brand besar juga mengandalkan produknya dari berbagai konveksi untuk kemudian dikirimkan ke perusahaan untuk di cek kembali dan diberikan label.

Karenanya saat memulai bisnis konveksi, seorang pengusaha sebaiknya memiliki jaringan bisnis yang luas sehingga bisa langsung memasarkan produknya ke beberapa rekanan atau perusahaan tertentu.

Namun, saat ini pengusaha juga bisa memasarkan produknya melalui bantuan social media sehingga bisa membuka peluang reseller yang tentu saja hasilnya cukup bagus apabila telah memiliki banyak konsumen.

Trend Fashion yang Terus Berubah

Gaya hidup yang berkembang pesat menjadikan trend fashion juga ikut naik. Ditambah lagi, sudah menjadi keinginan bagi banyak orang untuk tampil modis walaupun dengan budget yang pas-pasan.

Hal ini bisa menjadi peluang bagus bagi pengusaha yang fokus di bisnis konveksi, dengan terus memperbarui desain barang yang di produksi maka akan menjadikan banyak orang tertarik sehingga meningkatkan jumlah supplier.

Penjual juga sebaiknya terus mencari trend yang sedang naik atau akan naik sehingga akan menjadi prediksi yang bagus ke depannya. Penjual bisa mencari trend terbaru dengan mencari di internet atau mengangkat karyawan yang fokus di bidang design.

Pastikan calon karyawan memiliki portofolio usaha yang baik sehingga bisa dimanfaatkan untuk jangka panjang dan juga menjadi aset perusahaan ke depannya.  

Bisa Pilih Barang yang Akan Di Produksi

Bisnis konveksi saat ini tidak hanya berfokus ke satu produk saja melainkan seorang pebisnis bisa mencoba berbagai peluang produksi dalam menjalani bisnis konveksi. Beberapa barang yang bisa diproduksi dalam jumlah banyak adalah jilbab, celana, topi, dan juga jaket.

Beberapa jenis produksi tersebut selalu dicari oleh banyak orang  untuk dijual kembali atau digunakan oleh organisasi dan komunitas sehingga memerlukan jumlah banyak.

Penjual pun sebaiknya menyediakan SDM yang cukup agar kebutuhan produksi terpenuhi dan menghasilkan hasil yang diinginkan.

Jangan lupa juga untuk survei target konsumen produk yang dituju agar proses promosi bisa berjalan secara tepat sehingga menghasilkan keuntungan yang maksimal.

tantangan memulai bisnis konveksi

Tantangan Memulai Bisnis Konveksi

Dalam memulai bisnis konveksi, tentunya penjual akan menemukan berbagai tantangan yang bisa menghambat dalam proses produksi ataupun distribusi ke konsumen. Karenanya penting untuk mengetahui apa saja hambatan yang akan menghadang sebagai antisipasi ke depannya.

Kompetitor

Tantangan pertama yang harus dihadapi bagi seorang penjual saat memulai bisnis konveksi adalah kompetitor yang sudah bertahan lama atau pesaing baru yang bisa muncul kapan saja. Apabila pebisnis tidak mengantisipasi hal ini maka bisa saja bisnis kovensi berhenti di tengah jalan.

Beberapa taktik yang bisa digunakan untuk mengatasi hal ini adalah dengan menarget konsumen yang jarang di lirik namun memiliki potensi besar. Kesempatan ini bisa diperoleh apabila pebisns mengetahui konsumen yang masih bingung dalam menentukan jasa konveksi yang tepat.

Tak hanya itu, penjual juga sebaiknya membuat berbagai model produk yang berbeda dari kompetitor lainnya. Hal ini akan membuat penjual memiliki daya tarik tersendiri sehingga dilirik oleh konsumen yang ingin menjual kembali produk yang telah dibuat.

Barang Produksi yang Rusak

Beberapa kelemahan dalam mengembangkan bisnis konveksi adalah adanya barang produksi yang mendadak rusak. Kejadian ini bisa jadi karena kesalahan dalam menjahit, kerusakan pada mesin sehingga menjadikan hasil jahitan tidak maksimal, serta bahan yang tidak sesuai kualitas.

Untuk mengatasi hal ini, penjual bisa mulai dengan merekrut karyawan yang telah memiliki pengalaman di bidang konveksi atau mesin jahit sehingga hasilnya bisa maksimal. Pilihlah karyawan yang pernah bekerja di bidang yang sama dengan produk yang akan dikerjakan.

Tidak hanya itu, pemeriksaan rutin pada mesin jahit yang digunakan juga akan membantu penjual menghasilkan produk jahitan yang berkualitas. Penjual bisa memeriksa dengan melihat keadaan mesin dan juga onderdil tambahan lainnya.

Selain itu, hasil bahan yang tidak sesuai dengan kesepakatan dengan distributor terkadang membuat hasil jahitan menjadi nampak buruk sehingga tidak layak untuk dijual kepada konsumen. Karenanya pastikan selalu memeriksa kondisi kain saat akan digunakan sehingga resiko ini bisa dikurangi.

Dalam proses pengiriman barang kepada reseller, penjual juga sebaiknya menggunakan packing yang tahan lama serta tidak tembus air. Hal ini mengantisipasi apabila barang kehujanan atau terjebak banjir sehingga membuat bahan rusak.

Barang Mengalami Kecacatan

Proses pengawasan produk yang dilakukan setiap harinya tidak menjamin karyawan melakukan kesalahan manusia yang tidak disengaja dalam proses penjahitan.

Hal ini bisa membuat produk mengalami kecacatan, bisa berupa neci yang kurang rapih atau masih adanya benang yang berlum tergunting dengan baik.

Meskipun beberapa barang cacat minor masih bisa dijual kembali namun tentu akan mengalami penurunan harga sehingga menyebabkan kerugian bagi penjual.

Selain itu, tempat penyimpanan yang kurang aman dari berbagai gangguan seperti adanya tikus atau datangnya banjir juga bisa membuat barang produksi mengalami kecacatan produk.

Karenanya pastikan tempat penyimpanan dalam keadaan aman dan tidak lembab sehingga tidak merusak kualitas dari kain yang akan digunakan

Inflasi

Naik turun harga yang terus berlangsung setiap tahunnya tentu saja akan berdampak bagi bisnis konveksi. Hal ini akan menyebabkan harga bahan baku naik akibat biaya transportasi mengalami kenaikan secara signifikan.

Tidak hanya itu, inflasi juga menyebabkan banyak perusahaan berfikir ulang untuk mengeluarkan dana lebih sebagai alokasi hiburan di akhir tahun. Hal ini bisa saja membuat perusahaan menunda untuk memesan baju dari konveksi dan memilih menggunakan dresscode di acara yang diadakan.

Tidak hanya itu, dengan adanya inflasi juga akan menyebabkan pabrik-pabrik besar mengurangi jumlah karyawannya atau sementara menghentikan proses penerimaan karyawan baru sehingga jumlah pemesanan seragam ke konveksi pun menurun.

Kenaikan harga konsumsi juga akan membuat seorang konsumen berfikir ulang untuk membeli berbagai baju atau produk lain dari reseller. Hal ini akan membuat pemesanan menurun sehingga bisnis konveksi tidak mendapat pesanan baru.

Guna mengatasi hal ini, penjual bisa mengantisipasi dengan dana cadangan agar tetap bisa membayar gaji karyawan meskipun pesanan sedang sepi.

Barang yang Tidak Segera Habis

Penjual di bisnis konveksi yang fokus pada pemeesaan reseller terkadang mengalami keresahan apabila barang pesanan tidak terjual dengan cepat.

Hal ini terjadi karena produk bersaing dengan kompetitor lain yang menjual harga murah.Selain itu, bisa saja hasil produk yang dihasilkan sudah ketinggalan jaman sehingga membuat konsumen tidak tertarik untuk membeli.

Apabila hal ini dibiarkan maka barang di gudang semakin menumpuk sehingga tidak bisa diisi dengan produk baru. Selain itu, banyaknya barang yang tersimpan akan membuat suasana lembab sehingga menyebabkan tikus datang dan merusak barang produksi.

Guna mengatasi hal ini, penjual bisa menjual murah yang sudah tidak laku. Meskipun akan mengalami kerugian namun hal ini akan membantu untuk mengurangi isi produk.

Selain itu, penjual juga bisa mengolah kembali barang tersebut dengan menambah aksesoris tambahan sehingga bisa dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

persiapan sebelum memulai binsis konveksi

Persiapan Sebelum Berbisnis Konveksi

Ketika memulai sebuah bisnis konveksi tentunya diperlukan berbagai persiapan agar bisnis yang dijalani bisa berjalan lancar meskipun mungkin ada hambatan di depannya. Beberapa tips ini bisa digunakan untuk menyiapkan bisnis konveksi.

Modal yang Cukup

Hal pertama yang mesti dipersiapkan sebelum membuka bisnis konveksi adalah modal yang cukup. Dana ini nantinya akan digunakan untuk membeli berbagai peralatan, seperti mesin jahit, sewa tempat, pembelian bahan, gaji karyawan, serta promosi berbayar.

Dalam mencari mesin jahit yang berkualitas dan tahan lama, seorang penjual sebaiknya membeli langsung dari tempat produksinya, hal ini dilakukan agar harga yang di dapatkan bisa lebih murah dibandingkan membeli di agen.

Selain itu, penjual juga membeli mesin jahit dari bisnis konveksi yang sudah gulung tikar sehingga bisa mendapatkan harga yang lebih murah lagi. Namun jangan lupa untuk memeriksa kualitas barang serta tahun produksinya untuk menentukan umur mesin jahit yang akan dibeli.

Setelah membeli mesin jahit yang sesuai dengan harga yang tepat, saatnya untuk mencari tempat produksi yang luas. Penjual bisa menggunakan rumah sendiri atau menyewa ruko yang diperbolehkan sebagai tempat produksi.

Apabila penjual akan menggunakan rumah sendiri sebagai tempat produksi, pastikan memiliki cukup ruangan untuk menyimpan mesin jahit, bahan produksi, serta hasil jahitan sehingga tidak menumpuk di satu tempat dan menjadikan tempat produksi menjadi tidak nyaman.

Pastikan juga pihak keluarga dan tetangga mengetahui dan setuju dengan rencana anda sehingga tidak akan ada konflik yang muncul ke depannya. Hal ini juga berlaku dalam menyewa ruko sebagai tempat produksi bisnis konveksi.

Pastikan untuk jujur di awal mengenai rencana menjadikan ruko sebagai tempat produksi sehingga penyewa bisa mengurus apabila ada masalah yang timbul ke depannya. Selain itu, pastikan juga ruko terdapat di akses jalan yang bisa dilihat oleh semua orang dan juga aman.

Hal ini akan membantu produsen dalam mengirim bahan produksi agar tidak tersesat dan mudah ditemukan. Selain itu, karyawan juga akan merasa aman untuk pulang malam ketika harus mengerjakan lemburan.

Penjual juga sebaiknya memastikan apakah harga sewa sudah sesuai dengan fasilitas yang di dapatkan. Sehingga penjual tidak akan mengalami kerugian ketika proses produksi mulai dilakukan.

Bisnis konveksi sendiri terkenal dengan cakupannya dalam merekrut banyak karyawan. Hal ini tergantung pada pesanan yang diterima atau besarnya bisnis konveksi yang sedang dikembangkan.

Dalam menghitung modal, penjual sebaiknya mengetahui berapa gaji karyawan yang akan diberikan dan berapa banyak karyawan yang akan di rekrut dalam bisnis konveksi ini, Sebaiknya penjual juga menghitungkan lembur yang akan dibayarkan serta iuran BPJS yang harus diurus.

Penjual juga bisa menyediakan berbagai fasilitas yang membantu dalam kenyaman karyawan, diantaranya adalah fasilitas makan siang dan makan malam bagi yang lembur, ruangan untuk beristirahat, serta tersedianya kamar mandi yang cukup untuk sekedar membersihkan diri setelah seharian bekerja.

Gaji karyawan yang diberikan kepada karyawan berpengalaman dan juga pemula tentunya berbeda karenanya penjual juga harus memperhitungkan secara bijaksana agar tidak terjadi kesalahan ke depannya.

Fase penting yang harus dijalani penjual sebelum memulai bisnis konveksi adalah mencari produsen bahan baku yang tepat. Kegiatan ini terkadang membuat karyawan harus blusukan ke berbagai tempat untuk menemukan barang produksi dengan harga yang sesuai.

Dalam memilih agen produksi sebaiknya mengetahui kesanggupan dalam menyediakan barang yang diminta sehingga penjual bisa tenang apabila mendadak mendapatkan banyak pesanan sehingga membutuhkan barang produksi dalam jumlah besar.

Selain itu, perhatikan juga jarak produsen dan tempat produksi untuk memperhitungkan biaya kirim yang harus dikeluarkan dalam sekali pengiriman barang produksi.

Pembuatan pakta kerjasama yang adil diantara kedua belah pihak juga sebaiknya diperhatikan agar tidak terjadi kesalahpahaman ke depannya yang membuat proses produksi terhambat.

Budget dalam promosi bisnis konveksi juga harus diketahui apalagi bagi penjual yang belum memiliki relasi yang kuat dengan calon konsumen. Penjual bisa menggunakan berbagai iklan berbayar di internet agar jangkauan lebih luas.

Penjual bisa membayar iklan di Google guna menjaring konsumen yang ingin menjual kembali barang produksi yang ditawarkan.

Pedagang juga bisa menawarkan penawaran kerjasama ke berbagai pabrik yang sering mengadakan penerimaan karyawan baru agar menggunakan jasa pembuatan seragam ataupun berbagai merchandise pendukung yang dibutuhkan di berbagai acara.

Berikan juga hasil dari produksi sehingga calon konsumen lebih percaya pada barang yang akan ditawarkan.

Pilih Desain Produksi yang Cocok

Beberapa bisnis konveksi juga tidak hanya berfokus pada kaos polos namun juga berbagai kaos bergambar kartun, baju dnegan gambar musisi dan tulisan tertentu, atau jersey yang biasanya banyak dicari.

Apabila penjual bergerak di bisnis konveski kaos bergambar, maka penjual juga sebaiknya merekrut karyawan yang bertanggung jawab di bidang desain. Hal ini agar kualitas desain gambar semakin bagus sehingga banyak konsumen yang tertarik dan suka.

Memiliki desainer juga akan membantu untuk menangkap dan mendesain kaos yang diminta oleh konsumen sehingga komunikasi menjadi lebih lancar serta bisnis konveksi juga bisa terus berjalan.

Seorang desainer juga dituntut untuk mengetahui berbagai trend baru yang sedang banyak diperbincangkan oleh banyak orang sehingga hasil penjualan kaos bisa meningkat pesat.

Penjual juga sebaiknya melakukan survei untuk mengetahui jasa sablon yang bagus, dengan pengerjaaan yang cepat, dan harga yang sesuai. Sehingga hasil dari sablon kaos lebih tahan lama serta bisa memenuhi kebutuhan konsumen dan memanfaatkan momentum.

Apabila permintaan kaos sablon lebih banyak dari kaos polos maka penjual bisa merekrut banyak orang untuk melakukan bisnis sablon sendiri sehingga tidak bergantung pada produsen lain serta harga jual juga bisa lebih murah.

Tempat Pameran Barang Produksi

Berbagai produk bisnis konveksi yang dihasilkan tentunya harus dipajang dengan baik agar menarik minat konsumen. Dalam hal ini, penjual bisa menggunakan manekin untuk memajang berbagai produk kaos atau merchandise yang telah diproduksi untuk nantinya dikirimkan fotonya kepada konsumen.

Penggunaaan hanger juga bisa digunakan sehingga reseller dapat meilihat pilihan warna dari barang yang dihasilkan. Selain itu, penggunaan gantungan baju juga dinilai lebih hemat tempat.

Penjual juga bisa menyewa ruko untuk tempat pamer hasil produksi sehingga reseller bisa datang langsung dan mengetahui hasil dari jahitan yang ditawarkan. Memiliki tempat pameran sendiri juga akan membuat penjual lebih dipercaya reseller dan konsumen bahwa produk yang dijual asli.

strategi memulai bisnis konveksi

Strategi Memulai Bisnis Konveksi

Setelah melakukan berbagai persiapan yang ada untuk memulai bisnis konveksi kini saatnya penjual membuat rencana untuk mengetahui rancangan bisnis ke depannya. Pembuatan rencana ini juga akan membantu penjual untuk mengetahui strategi promosi yang tepat.

Pilih Ready Stock atau Pre Order?

Dalam proses penjualan ke supplier atau konsumen, penjual bisa menggunakan dua jenis pemesanan yaitu ready stock dan juga pre order.

Apabila penjual memilih ready stock maka penjual harus membuat barang dalam jumlah banyak terlebih dahulu kemudian baru dijual kepada reseller dan konsumen yang berminat.

Penjual juga harus mengetahui desain dan juga barang apa saja yang disenangi pelanggan sehingga barang yang sudah diproduksi bisa lebih cepat terjual.

Jika tidak, maka barang akan menumpuk di gudang sehingga menyebabkan kerugian bagi penjual karena trend fashion yang terus berkembang sehingga barang lama bisa saja sudah untuk dijual kembali.

Disisi lain, apabila penjual memilih untuk melakukan pre order maka pedagang juga harus memiliki base konsumen yang besar terlebih dahulu baru kemudian proses produksi bisa berjalan. Jika tidak, maka proses produksi akan berhenti berbulan-bulan karena tidak adanya peminat.

Karenanya melakukan berbagai promosi baik secar online atau offline dapat membantu untuk memasarkan bisnis konveksi yang dimiliki sehingga konsumen menjadi lebih banyak serta keuntungan semakin besar.

Promosi Secara Offline dan Online

Bisnis konveksi yang dikembangkan akan bisa bertahan lebih lama apabila penjual sudah mengetahui strategi yang tepat untuk melakukan promosi secara offline dan online.

Strategi promosi offline yang bisa dijalankan oleh penjual yaitu dengan mengajak tetangga atau saudara untuk menjadis supplier barang konveksi. Pedangang bisa memberikan berbagai bonus dan bagi hasil yang sesuai untuk membuat reseller tertarik.

Selain itu, penjual juga bisa mengikuti berbagai pameran yang biasanya diadakan di berbagai pusat perbelanjaan besar. Kegiatan promosi ini dapat membantu penjual untuk mengenalkan produknya serta mendapatkan konsumen yang membutuhkan jasa dari bisnis konveksi yang dijalankan.

Promosi secara online pun bisa dijalankan mengingat saat ini banyak orang yang menggunakan social media setiap harinya.

Pembuatan berbagai akun social media seperti Facebook dan Instagram juga akan membantu branding produk sehingga bisa lebih mudah dikenal dan dicari oleh calon konsumen.

Penjual juga bisa membuat strategi promosi dengan mengajak orang-orang yang kesulitan dalam mencari kerja atau menambah penghasilan dari rumah dengan menjadi reseller atau dropshipper sehingga hanya perlu promosi tanpa perlu mengambil barang ke rumah produksi.

Mengaktifkan fitur iklan berbayar di berbagai social media juga akan membantu memperluas promosi yang lebih bertarget dengan adanya pemilihan jangkauan umur, jenis kelamin, serta daerah yang ingin dituju.

kesimpulan

Kesimpulan

Tingginya minat masyarakat untuk membeli berbagai kebutuhan sandang dengan harga murah dan kualitas terbaik menjadikan binsis konveksi ikut meningkat.

Hal ini juga sejalan dengan kebiasaan untuk membuat merchandise yang serupa dalam melaksanakan berbagai event kegiatan yang mengundang banyak orang.

Tidak hanya itu, sebagian besar pabrik yang mewajibkan penggunaan seragam yang serupa membuat bisnis konveksi terus kebanjiran peminat.

Sayangnya berbagai hambatan dalam bisnis konveksi menjadikan penjual terkadang putus asa di tengah jalan dalam menjalani usaha ini.

Karenanya diperlukan ilmu dan strategi promosi yang tepat agar bisnis konveksi yang dimiliki bsia meraih banyak konsumen dan terus berkembang dari tahun ke tahun.

Jangan lupa juga untuk terus meningkatkan hasil produksi agar konsumen makin puas dengan hasilnya sehingga terus menggunakan jasa anda.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published.