Cara Memulai Bisnis Properti untuk Pemula dan Tipsnya

Cara Memulai Bisnis Properti untuk Pemula dan Tipsnya

Cara memulai bisnis properti tidak mudah, banyak yang sukses namun banyak pula yang gagal. Simak cara, tips dan trik suksesnya di sini yuk!

Akhir-akhir ini, banyak kalangan muda yang tertarik mempelajari cara memulai bisnis properti karena dinilai memiliki peluang sekaligus keuntungan yang menggiurkan.

Bisnis properti memang sektor usaha yang bersinar, mengingat banyaknya orang yang mencari properti setiap harinya. Karena itu, bisnis ini jadi sangat potensial termasuk untuk pemula.

Mungkin masih ada orang yang salah sangka, dengan memulai bisnis properti kita harus membeli atau membangun properti terlebih dahulu agar bisa disewakan atau dijual.

Padahal Anda bisa dengan mudah menjadi agen properti, lalu menawarkan properti yang sudah ada dengan memasang iklan di situs jual-beli rumah.

Dulu, bisnis properti hanya untuk memenuhi kebutuhan akan hunian pribadi. Sekarang, bisnis ini sudah mengalami banyak perkembangan.

Untungnya, tak sulit untuk mengikuti cara memulai bisnis properti yang kekinian. Dengan sedikit usaha dan ongkos promosi yang tak seberapa, Anda bisa menggali potensi pasar dengan maksimal.

Tak perlu lagi mengandalkan spanduk atau baliho yang justru mengganggu pemandangan.  Namun, sebelum sampai ke bahasan itu, Anda tentu perlu punya objek untuk dipromosikan.

Dengan kata lain, Anda harus punya properti atau bekerja sama dengan pemilik properti (menjadi makelar).  Sebenarnya, apa itu bisnis properti dan apa saja yang bisa digolongkan masuk ke dalam bisnis ini?

Bagaimana cara memulai bisnis properti? Artikel kali ini akan membahas seluk beluk bisnis properti yang jadi andalan orang dalam berinvestasi.

Cara Memulai Bisnis Properti untuk Pemula dan Tipsnya

Apa Itu Bisnis Properti?

Pengertian umum dari bisnis properti adalah bisnis kepemilikan lahan atau jual beli tanah (landlord).

Bisnis ini juga sering disebut sebagai bisnis real estate yaitu kegiatan jual beli tanah dengan bangunan di atasnya baik yang dibuat oleh manusia atau yang ada secara alami.

Seperti telah disinggung pada pembukaan artikel ini bahwa dulu cara memulai bisnis properti hanya terbatas pada hunian pribadi saja.

Sekarang jual beli apartemen, perkantoran, villa, clustertown house, dan juga ruko untuk penggunaan pribadi ataupun disewakan kembali juga termasuk dalam bisnis ini.

Tujuan dari bisnis ini bukan lagi hanya untuk memenuhi kebutuhan akan hunian bagi masyarakat. Tetapi juga ditujukan untuk kebutuhan usaha seperti perindustrian, perdagangan dan perkantoran.

Bisnis ini bisa dilakukan secara perorangan atau dengan mengatasnamakan perusahaan. Usaha properti secara perorangan biasanya berupa jasa atau jual beli dalam skala kecil. Hal ini dikarenakan usaha tersebut membutuhkan modal besar.

Sedangkan perusahaan properti adalah kelompok usaha yang mengucurkan modal besar untuk terjun dalam dunia ini. Di mana biasanya mereka menggeluti lebih dari satu subsektor properti.

Mulai dari konsultan, pengadaan lahan, konstruksi dan pembangunan, pengembang, pemasaran bahkan sampai pemeliharaan properti.

Bisnis ini terus berkembang karena memang permintaan akan lahan dan bangunan terus meningkat. Selama masih ada pertambahan jumlah penduduk, maka permintaan akan tetap ada dan meningkat.

Pengetahuan tentang apa itu bisnis properti juga harus dibarengi dengan pengetahuan tentang siapa saja orang—orang yang terlibat dalam bisnis ini.

Pelaku usaha di bidang ini antara lain adalah developer sebagai penyedia lahan dan bangunan, kontraktor sebagai pembangun, arsitek, broker, agen, dan juga bank sebagai pemberi kredit.

Agar lebih mudah dipahami, berikut ini hal-hal yang harus diketahui ketika memahami apa itu bisnis properti.

Tanah/Land

Merujuk kepada kepemilikan akan apa yang ada di permukaan bumi (tanah itu sendiri) hingga ke pusat bumi dan apapun yang tumbuh atau ada di atasnya seperti lingkungan udara di atasnya, pepohonan, air dan kandungan mineral.

Real Estate

Kepemilikan tanah beserta bangunan permanen di atasnya seperti perumahan atau bangunan lainnya. Juga hak untuk menyewakan, menjual, atau menggunakan lahan dan bangunan tadi.

Bisnis ini juga melebar ke bisnis properti syariah dan bisnis homestay yang kini marak berkembang di Indonesia.

Real Properti

Merupakan salah satu klasifikasi dari properti itu sendiri dimana mencakup kegunaan, hak waris, dan juga bunga-bunga yang timbul dari kepemilikan real estate.

4 jenis

4 Jenis Bisnis Properti

Setelah mengetahui tentang apa itu bisnis properti, sebelum membahas tentang cara memulai bisnis properti, Anda harus mengetahui terlebih dahulu beberapa jenis bisnis properti jika tertarik dengan bidang ini.

Residential Real Estate

Sesuai namanya, residential adalah properti yang terkait dengan hunian tempat tinggal. Cakupan real estate residensial adalah rumah tapak (landed house), apartemen, rumah susun, kondominium, atau perumahan.

Konsumen residensial biasanya keluarga atau mereka yang butuh hunian tempat tinggal.

Commercial Real Estate

Sedangkan Commercial Real Estate adalah properti yang ditujukan untuk kepentingan usaha (komersial) atau mencari keuntungan. Misalnya jual beli rumah-toko (ruko), rumah-kantor (rukan), kantor, gedung pertemuan, hingga hotel.

Konsumen properti macam ini adalah kalangan pengusaha atau perusahaan, hingga pemerintahan.

Industrial Property

Properti industri adalah properti yang dibangun untuk keperluan industri. Target konsumennya adalah perusahaan atau bisnis berskala besar. Jenis properti ini biasanya berupa laboratorium, gudang, pabrik, atau pengolahan limbah.

Special Purpose Property

Special Purpose Property adalah jenis properti yang sangat khusus. Sebab properti ini dibangun dengan tujuan dan fungsi tertentu.

Target konsumennya adalah kalangan bisnis yang hendak mengembangkan kawasan olahraga, kolam renang, rumah sakit, gedung konser, pom bensin, sumur minyak, atau properti khusus lainnya.

Dengan beragam jenis properti di atas, tak heran usaha tersebut mampu mendatangkan berbagai keuntungan. Bisnis ini pun juga bisa digeluti oleh seluruh kalangan mulai dari yang bermodal kecil sampai besar.

Jadi, Anda hanya perlu menyesuaikannya dengan budget yang Anda miliki.

hal

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Bisnis Properti

Sebelum mempelajari cara memulai bisnis properti, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan karena urgensitasnya yang penting dalam bisnis ini. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam bisnis properti.

Legalitas

Administrasi atau legalitas adalah pertimbangan yang sangat penting karena dapat memengaruhi proses produksi serta pembelian dan penjualan di kemudian hari.

Paling tidak, legalitas sertifikasi tanah dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) diurus dengan baik saat memulai jual beli properti syariah.

Pastikan anda melengkapi semua perijinan. Proses mendapatkan izin konstruksi untuk properti hunian membutuhkan waktu yang lama.

Mulai dari izin posisi hingga izin penggunaan lahan hingga IMB, semuanya perlu diselesaikan. Setelah itu, pengembang harus memecahkan sertifikat untuk setiap perangkat.

Dana Pembangunan

Proses pembangunan perumahan akan terus berlangsung semakin lama. Jika Anda tidak punya cukup uang, pemilik bisnis akan menyisihkan uang dari cicilan unit pertama untuk mendanai pembangunan unit berikutnya.

Kepuasan Pelanggan

Dalam menjalankan bisnis, pengembang harus mengutamakan kepuasan pelanggan. Desain rumah yang indah, struktur yang kokoh, dan posisi hunian yang strategis merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pribadi.

cara memulai

Cara Memulai Bisnis Properti

Bagi Anda yang baru terjun ke dalam bidang ini, tentu membutuhkan panduan cara memulai bisnis properti. Panduan ini berupa informasi mengenai apa saja yang harus Anda pelajari dan lakukan untuk memulai bisnis properti.

Modal yang Cukup

Hal yang tentu Anda butuhkan dalam cara memulai bisnis properti adalah modal. Bisnis properti juga membutuhkan modal yang tidak sedikit, untuk itu persiapkan budget yang cukup dan sesuaikan dengan bisnis yang hendak dilakukan.

Misalnya saat ingin cara memulai bisnis properti berupa apartemen, tentu Anda harus mempersiapkan biaya yang cukup untuk membeli, merawat, serta mempromosikannya.

Lakukan Riset Pasar

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah riset pasar, ini berguna untuk mengetahui jenis-jenis properti yang paling dicari oleh konsumen. Riset pasar sangat penting untuk memastikan bahwa Anda membeli aset dengan harga yang wajar.

Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk mengambil sebuah properti untuk dijual kembali, lakukan perbandingan harga terlebih dahulu.

Selain itu, hindari melakukan pembelian properti yang terburu-buru sebelum mempelajari semua hal, di antararanya informasi harga, lokasi, fasilitas, infrastruktur, kebutuhan bisnis, iklim, daerah rawan banjir, dan lokasi dekat jalan raya.

Mengikuti Pelatihan

Sebagai pemula pasti banyak ketidaktahuan mengenai ranah properti dan cara memulai bisnis properti, karena itu ada baiknya mempersiapkan diri dengan ilmu yang mumpuni.

Anda bisa mengikuti kelas online atau pelatihan memulai bisnis properti. Selain belajar tentang cara membangun bisnis tersebut, Anda juga paham mengenai aturan dan hukum yang berlaku.

Mulai Berbisnis

Jika dirasa telah cukup memiliki modal setelah menjadi agen properti, saatnya mulai membangun bisnis sendiri. Dari modal yang didapat, Anda bisa langsung membeli properti berdasarkan hasil riset yang sudah dilakukan.

Anda juga bisa mengajukan kredit ke pihak bank untuk mencicil properti tersebut. Agar semakin untung, manfaatkan pula fasilitas KPR tanpa DP yang disediakan beberapa perbankan, ya.

Kegiatan seperti sewa apartemen, bisnis kos-kosan, atau rumah kontrakan agaknya cukup tepat sebagai langkah memulai bisnis.

Memaksimalkan Kualitas

Apapun bentuk bisnis yang Anda pilih, wajib memperhatikan kualitas dari produk itu sendiri. Pastikan Anda juga menginvestasikan sebagian biaya untuk membuat hunian atau apartemen menjadi layak huni.

Lebih baik lagi jika properti yang ditawarkan juga memiliki keunggulan, seperti fasilitas yang mumpuni atau lokasinya yang strategis. 

Bangun Reputasi

Anda bisa memulai membuat website sendiri dengan melibatkan beberapa teman atau kolega yang ahli dibidangnya. Jika tidak ingin menghabiskan uang terlalu besar, Anda bisa ikuti tutorial cara membuat website mulai dari nol.

Setelah itu, percantik tampilan website dengan menambahkan logo, tagline dan artikel. Di dalam website Anda bisa mengatur penempatan properti di beranda atau terpisah dalam beberapa sub.

Lalu tambahkan foto dengan high resolution, serta lengkapi dengan deskripsi properti agar konsumen mudah membacanya.

Pastikan tampilan website Anda user friendly dan mudah dibaca, baik melalui desktop atau mobile.

Gunakan Media yang Tepat

Memasarkan properti hanya di situs properti tidak cukup, Anda juga harus tahu media yang tepat dan cocok untuk berpromosi.

Misalnya sosial media seperti Facebook, di mana ada grup khusus yang dibuat berdasarkan, hobi dan minat pengguna, termasuk grup properti.

Gunakan kalimat-kalimat persuasif agar konsumen tertarik, lalu sertakan juga foto dan video agar makin terpercaya.

Selain itu, memasarkan lewat iklan di sosial media bisa menjangkau ke konsumen yang ingin Anda cari seperti lokasi, pendapatan, dan gender.

fin

Tips Memulai Bisnis Properti

Selain cara memulai bisnis properti, terdapat pula beberapa tips tambahan yang akan bermanfaat dalam mengembangkan bisnis properti milik Anda.

Memilih Cara Bisnis Properti

Dengan bermodalkan tanah dan bangunan sederhana saja, Anda bisa memulai bisnis properti sendiri. Misalnya, menyewakan properti untuk kos-kosan, rumah kontrakan, toko, dan lain sebagainya. 

Menariknya, peluang berbisnis tak cuma dipunyai pemilik properti saja. Anda yang tak punya bisa ikut meraup untung dengan cara menjadi makelar. Apalagi di zaman serba online seperti sekarang.

Menjadi makelar bahkan bisa dilakukan dengan modal gadget dan koneksi internet saja. Pilihan dalam menjalankan bisnis properti, Anda bisa memilih untuk menjadi makelar atau memiliki properti sendiri.

Keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apabila memiliki properti sendiri, Anda bebas menentukan harga beli atau sewa properti.

Selain itu, keuntungan yang didapat bisa Anda jadikan sebagai passive income dan jumlahnya tentu lebih besar. Namun tentu Anda harus memiliki modal yang besar, jeli memilih lokasi properti sertra kontraktor yang tepat.

Sedangkan jika Anda memutuskan menjadi makelar, modal dan resiko yang didapat otomatis lebih kecil, ditambah lagi Anda bisa mengurus beberapa klien sekaligus.

Namun, Anda hanya berperan sebagai perantara saja dan tidak memegang kendali agar kedua belah pihak deal, dan komisi yang didapat tidak dapat dijadikan sebagai passive income.

Memilih Jenis Properti untuk Bisnis

Properti ada begitu banyak jenisnya. Lalu, apa saja jenis properti terbaik yang bisa Anda jadikan bisnis? Berikut daftarnya.

Kos Eksklusif

Kos eksklusif adalah salah satu ide bisnis properti yang menguntungkan. Apalagi kalau properti ini dibangun di daerah perkotaan ataupun dekat kampus.

Peminat properti macam ini sangatlah banyak. Mulai dari karyawan kantoran, mahasiswa, ataupun pengusaha yang masih lajang.

Tentu saja untuk memulai bisnis properti macam ini, Anda tak boleh memberikan fasilitas seadanya. Sebaliknya, Anda perlu memberikan fasilitas ekstra agar kos-kosan yang Anda tawarkan betul-betul eksklusif.

Cottage

Bisnis properti tak melulu harus di lokasi strategis. Kalau Anda punya tanah di daerah pedesaan, bangun saja cottage atau rumah kecil.

Properti macam ini biasanya diminati untuk tujuan staycation alias liburan di rumah. Target pasarnya pun lebih beragam.

Misalnya, orang-orang kota yang ingin merasakan suasana tenang, orang-orang yang ingin bekerja tanpa diganggu, atau malah turis mancanegara yang ingin membaur dengan lingkungan sekitar.

Jika memang tertarik untuk memulai bisnis properti macam ini, pastikan Anda memang mendesainnya seperti rumah sendiri. Lengkap dengan fasilitas seperti tv, lemari es, peralatan dapur yang lengkap dan sebagainya.

Anda pun bisa menambahkan layanan ekstra seperti sarapan dan paket wisata. 

Co-working Space

Selain properti yang bentuknya hunian, Anda juga bisa memulai bisnis properti dalam bentuk co-working space. Contoh bisnis properti satu ini prospeknya cukup bagus. Apalagi melihat semakin banyak orang membutuhkan tempat nyaman untuk bekerja.

Untuk memulai bisnis macam ini, Anda tak melulu harus mengurus semuanya sendiri. Anda bisa fokus menyediakan tempat dan fasilitas untuk co-working. Contohnya, meja, kursi, ruang meeting, proyektor, dan sebagainya.

Kemudian ajak orang lain untuk melengkapi co-working Anda dengan fasilitas F&B. Sediakan beragam pilihan minuman dan makanan yang cocok untuk bekerja. Misalnya, kopi, jus, roti isi, dan sebagainya.

Dengan berbagi peran, Anda tentu lebih fokus untuk mengurus bisnis co-working. Jika sudah sukses di satu tempat, tak menutup kemungkinan untuk buka di tempat lain kan?

Student Apartemen 

Ide apartemen untuk mahasiswa sebetulnya hampir mirip dengan kos eksklusif. Hanya saja, apartemen biasanya terletak lebih strategis. Terutama di dekat kampus ataupun daerah perkotaan.

Soal fasilitas pun, apartemen menang banyak. Tak cuma dalamnya saja yang biasanya sudah full furnished, fasilitas di luar itu pun biasanya jauh lebih lengkap. Apartemen biasanya sudah dilengkapi dengan gym, kolam renang, roof top, mini market, dan sebagainya.

Jika ingin berinvestasi di tipe properti ini, Anda memang harus mengeluarkan modal yang cukup banyak. Harga satu unit saja bisa sampai ratusan bahkan miliaran rupiah.

Namun, itu tentunya bukan masalah kalau Anda pintar memutarnya kembali jadi penghasilan. Anda dapat menyewakan unit apartemen untuk jangka panjang.

Kalau pun ingin praktis, Anda dapat juga menyewakannya dalam kurun harian.

Ruko

Untuk bisnis properti yang satu ini, Anda perlu modal lokasi strategis. Boleh dibilang itu saja kuncinya. Sebab, hal itulah yang pertama akan dipertimbangkan calon klien.

Jika dibandingkan contoh bisnis properti lainnya, menyewakan ruko terbilang sedikit lebih mudah. Sebab spesifikasi bangunan dan fasilitas di dalamnya tidak neko-neko.

Waktu sewa pun bisa jauh lebih panjang. Sesuatu yang memudahkan Anda sekaligus menambah nominal passive income. Bedanya lagi, Anda tentu perlu bersiap dengan segala pengajuan izin dan dokumen resmi lainnya.

Buat Google Business Profile

Ketika bicara soal bisnis properti, bangunan bukan satu-satunya daya tarik. Justru, lokasi lah yang sangat menentukan harga jual maupun ongkos sewa properti. Sebab, bangunan bisa saja direnovasi tapi lokasi tak bisa diubah.

Tak heran kalau prinsip location-location-location sangat terkenal dalam bisnis satu ini. Maka dari itu, jelaslah lokasi adalah hal pertama yang akan ditanyakan klien.

Supaya tak perlu menjelaskannya berulang-ulang, pastikan properti Anda sudah ada di Google Maps. Dengan begitu, Anda tinggal beri tahu lokasi via link saja. 

Anda juga tak perlu repot-repot menjelaskan detail lokasi properti yang Anda promosikan. Misalnya, informasi jarak ke pusat kota, sarana transportasi yang ada, atau informasi sejenisnya. Sebab, itu semua sudah ada secara detail di Google Maps.

Content Marketing

Mengapa konten penting?

Konten membantu klien meyakinkan dirinya untuk membeli atau menyewa properti Anda. Lewat konten, Anda bisa menjawab semua pertanyaan yang klien punya. 

Dari situ pula, Anda bisa menunjukkan bahwa Anda memahami berbagai pertimbangan klien soal properti. Itu alasan utama. Ada lagi alasan strategis lainnya. Konten meningkatkan kemungkinan website Anda terindeks oleh mesin pencari. 

Hal ini tentu membantu website Anda agar lebih banyak diakses oleh target pasar. Apalagi kalau Anda membuat konten-konten yang tidak jauh dari topik properti berikut segala tipsnya.

Ikut Pameran Properti

Satu lagi cara bisnis properti mempromosikan diri ialah lewat pameran. Meski tergolong cara konvensional, tak ada salahnya kok untuk dicoba. Apalagi kalau Anda merupakan pebisnis properti skala besar atau pengembang.

Cara seperti ini justru membuka peluang Anda untuk berinteraksi dengan klien. Entah itu memang yang jadi target pasar Anda maupun bukan. 

Kumpulkan Leads

Apa itu leads? Leads adalah orang-orang yang punya potensi besar untuk diprospek jadi pelanggan. Mereka akan meninggalkan kontak berupa email atau nomor telepon agar bisa dihubungi secara leluasa.

Ada beberapa cara bisnis properti mengumpulkan leads. Berikut adalah beberapa ide yang bisa Anda coba:

  • Buat opsi berlangganan konten di website. Selain Anda bisa dapatkan kontak klien, klien pun merasa diuntungkan karena terus mendapatkan update berupa konten.
  • Beri diskon atau promo. Berikan promo khusus untuk calon klien yang memberikan kontaknya pada Anda.
  • Buat survey bertema properti. Anda bisa dapat leads dengan membuat survei atau kuis bertema properti.
  • Jadikan opsi untuk isian buku tamu event. Ketika Anda membuat event offline, persilakan pengunjung untuk memberikan kontaknya lewat Google form.

Setidaknya itulah empat ide mendapatkan leads paling realistis untuk bisnis properti.

Buat Website

Website adalah media yang tepat untuk mempromosikan properti. Dibandingkan medsos ataupun blog biasa, website punya kemungkinan besar untuk nangkring di hasil pencarian teratas Google.

Tentu saja ini jadi poin plus agar properti Anda agar lebih banyak diketahui orang. Toh, dengan website Anda bisa leluasa memasukkan info apa saja tentang properti. Mulai dari lokasinya, deskripsi, foto-foto menarik, harga, dan sebagainya.

Lebih penting lagi, website bisa dipakai untuk membentuk branding sesuai target pasar Anda. Namun, jangan salah. Website tak cuma jagoan untuk promosi online saja. Anda bisa menggunakannya untuk promosi offline.

Alih-alih menuliskan nomor telepon di spanduk atau baliho promosi, tulis saja alamat website Anda. Alamat website jelas lebih mudah diingat dibandingkan nomor telepon. Kemungkinan orang mengunjungi website juga lebih tinggi. Jadi, jelas lebih efektif kan?

Nah itu dia cara memulai bisnis properti beserta beberapa tambahan tips bagi Anda yang ingin memulai dalam bidang yang satu ini.

Semoga bermanfaat!

Related Articles

Responses

Your email address will not be published.